JATIMTIMES – Volume sampah di Kota Batu diklaim mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 64,50 persen sepanjang tahun 2025. Pemerintah Kota Batu menyebut capaian positif tersebut tidak lepas dari efektivitas penguatan tata kelola sampah dari sumbernya melalui optimalisasi program Batu Greenation.
Wali Kota Batu Nurochman mengungkapkan, kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari tingkat rumah tangga menjadi kunci utama untuk memangkas tonase limbah yang masuk ke tempat pemprosesan akhir (TPA).
"Gerakan Batu Greenation terus kita dorong agar pemilahan sampah benar-benar dimulai dari rumah tangga. Tidak boleh berhenti sebagai agenda bersih-bersih setahun sekali (insidental), tapi harus mendorong perubahan perilaku harian masyarakat," ujar Nurochman saat memimpin peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di Balai Kota Among Tani, belum lama ini.
Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menegaskan bahwa pembenahan kualitas lingkungan membutuhkan kebiasaan sederhana yang konsisten, seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, memanfaatkan kembali barang layak pakai, serta menghentikan kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai.
Komitmen pengelolaan lingkungan tersebut diwujudkan dalam aksi masif WCD 2026 yang melibatkan sedikitnya 10.000 relawan lintas sektor.
Para relawan menggelar kerja bakti massal, edukasi pemilahan, pembagian pupuk kompos gratis, hingga penyediaan fasilitas stasiun isi ulang (refill station) guna menekan laju penggunaan plastik sekali pakai.
Guna menjaga keberlanjutan gerakan ekologis ini, Cak Nur menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu untuk memberikan contoh nyata dan menjadi pelopor penerapan gaya hidup ramah lingkungan.
"Perubahan perilaku ini harus dimulai dari meja kerja di kantor, lingkungan rumah, dan interaksi harian kita semua," tutur Cak Nur.



