JATIMTIMES - Musim kemarau yang berlangsung lebih panjang membuat penggunaan air di rumah perlu diperhatikan. Bukan berarti aktivitas sehari-hari harus dikurangi, tetapi kebiasaan menggunakan air secara berlebihan bisa mulai diubah agar persediaan tetap terjaga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca periode 25 September hingga 1 Oktober 2026 menyebut kondisi kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia. Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrem panjang, yakni lebih dari 60 hari, juga masih terpantau di berbagai wilayah Jawa, termasuk bagian tengah hingga timur. BMKG turut mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air di tengah kondisi tersebut.

Karena itu, menghemat air sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan tanpa membuat aktivitas harian menjadi terganggu.

1. Matikan Keran Saat Tidak Digunakan

Kebiasaan membiarkan keran tetap terbuka ketika sedang menyikat gigi, mencuci tangan atau menggosok peralatan makan bisa membuat air terbuang percuma.

Cukup buka keran ketika air memang dibutuhkan. Setelah selesai, segera tutup kembali.

Cara sederhana ini tidak membutuhkan perubahan besar dalam rutinitas, tetapi bisa membantu mengurangi pemakaian air setiap hari.

2. Perbaiki Keran atau Pipa yang Bocor

Jangan menganggap kebocoran kecil sebagai masalah sepele. Air yang terus menetes sepanjang hari tetap menjadi pemborosan.

Periksa keran, sambungan pipa, toilet dan bagian penampungan air secara berkala. Jika menemukan kebocoran, segera lakukan perbaikan.

Kementerian Pekerjaan Umum juga memasukkan penggantian keran atau shower yang bocor sebagai salah satu langkah penghematan air.

3. Gunakan Air Secukupnya Saat Mandi

Mandi tetap menjadi kebutuhan utama, terutama ketika cuaca panas. Namun, penggunaan air bisa dibuat lebih efisien.

Jika menggunakan shower, tidak perlu membiarkannya terus mengalir ketika sedang menggunakan sabun atau sampo. Air dapat dimatikan sementara dan kembali dinyalakan saat diperlukan.

Penggunaan pengatur aliran pada keran maupun shower juga termasuk prinsip penghematan air yang direkomendasikan dalam pedoman Kementerian Pekerjaan Umum.

4. Manfaatkan Air Bekas yang Masih Layak

Tidak semua air bekas langsung harus dibuang. Air bekas mencuci sayuran, misalnya, masih dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman selama kondisinya sesuai dan tidak mengandung bahan yang dapat merusak tanaman.

Begitu pula air dari kegiatan rumah tangga tertentu yang masih bersih dapat digunakan kembali untuk kebutuhan lain yang tidak membutuhkan air minum.

Prinsip pemanfaatan kembali air ini sejalan dengan konsep penggunaan air secara berkelanjutan dan pemanfaatan kembali air limbah rumah tangga tertentu.

5. Gunakan Mesin Cuci Secara Efisien

Mesin cuci membutuhkan air dalam jumlah cukup banyak. Karena itu, hindari mencuci dengan mesin ketika pakaian yang dikumpulkan masih terlalu sedikit.

Tunggu hingga muatan pakaian mencukupi sesuai kapasitas mesin. Namun, jangan pula mengisinya secara berlebihan karena dapat membuat proses pencucian tidak optimal.

Memilih program pencucian yang sesuai dengan jumlah dan tingkat kekotoran pakaian juga bisa membantu menggunakan air secara lebih efisien.

6. Tampung Air Hujan Saat Hujan Turun

Meski kemarau sedang berlangsung, hujan lokal tetap mungkin terjadi di sejumlah wilayah. Jika hujan turun, airnya dapat ditampung menggunakan wadah yang bersih dan tertutup.

Air hujan yang tertampung dapat digunakan untuk keperluan tertentu seperti menyiram tanaman atau membersihkan area luar rumah, bukan untuk diminum tanpa proses pengolahan yang sesuai.

Pemanfaatan air hujan juga tercantum dalam prinsip penghematan dan keberlanjutan penggunaan air yang diterbitkan Kementerian Pekerjaan Umum.

7. Buat Kebiasaan Hemat Air Bersama Keluarga

Penghematan air akan lebih mudah dilakukan jika menjadi kebiasaan seluruh anggota keluarga. Tidak harus dengan aturan yang rumit.

Misalnya, biasakan menggunakan air secukupnya saat mencuci tangan, menutup keran setelah digunakan, tidak bermain air dan segera melaporkan jika ada kebocoran.

Kementerian Pekerjaan Umum juga menekankan pentingnya menentukan batas penggunaan air serta memantau pemakaian secara berkala sebagai bagian dari prinsip penghematan air.

Hemat Air Tidak Berarti Mengurangi Kebutuhan

Menghemat air bukan berarti mengurangi kebutuhan dasar seperti minum, mandi atau menjaga kebersihan. Yang perlu dikurangi adalah air yang terbuang tanpa manfaat.

Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, kebiasaan sederhana di rumah bisa menjadi langkah kecil untuk menjaga persediaan air. BMKG sendiri mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air sekaligus tetap memantau perkembangan cuaca dan kondisi kekeringan di wilayah masing-masing.

Dengan membiasakan penggunaan air secara bijak, kebutuhan sehari-hari tetap bisa berjalan seperti biasa tanpa harus menggunakan air secara berlebihan.