JATIMTIMES – RSU Wajak Husada menggelar kegiatan School to School Education di SMAN 1 Tumpang pada Senin (28/9/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali ratusan pelajar dengan pemahaman kesehatan reproduksi dan pencegahan pergaulan bebas.
Kegiatan tersebut merupakan respons atas maraknya fenomena pernikahan usia anak serta peningkatan kasus penyakit menular seksual. Hal ini menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Malang.
Dalam kesempatan itu, Direktur RSU Wajak Husada dr Hj Fitriya Fajar Wati MKes membeberkan data yang patut menjadi perhatian bersama. Berdasarkan catatan Pengadilan Agama Kabupaten Malang sepanjang tahun 2025, terdapat 775 permohonan dispensasi nikah bagi anak di bawah usia 19 tahun, dengan 692 permohonan di antaranya dikabulkan.
Selain tingginya angka pernikahan dini, potensi ancaman kesehatan reproduksi remaja juga terlihat dari lonjakan kasus HIV di Kabupaten Malang yang tercatat meningkat sebesar 3,8 persen pada periode yang sama.
"Hal ini tentu menjadi sebuah data untuk kita renungkan bersama, apa yang dapat kita lakukan untuk memastikan bahwa anak-anak muda memahami dengan baik tentang bahaya pergaulan bebas," ujar dr Fitriya di hadapan para pelajar.
Menurut dr Fitriya, lonjakan data tersebut harus disikapi sebagai sinyal peringatan dini (early warning). Edukasi kesehatan reproduksi sejak tingkat sekolah sangat mendasar agar remaja mampu mengenali risiko lingkungan pergaulan, menjaga kesehatan diri, serta mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap keputusan yang diambil.
Materi edukasi yang disampaikan tidak sekadar berfokus pada kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit menular seksual, melainkan juga mencakup aspek kesehatan mental, pembentukan pola interaksi sosial yang sehat, hingga keberanian mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Melalui program edukasi keliling sekolah ini, RSU Wajak Husada mengajak para pelajar untuk membentengi diri dengan pengetahuan dan fokus merencanakan masa depan.
Masa remaja merupakan fase krusial untuk menimba ilmu, mengasah potensi diri, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pembentukan kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi muda Malang yang berkualitas, sadar kesehatan, dan siap bersaing di masa depan.



