JATIMTIMES - Makeup yang mudah luntur, cakey, atau sulit menempel di kulit kerap menjadi persoalan, terutama bagi pemilik kulit berminyak. Namun, untuk mendapatkan hasil riasan yang lebih bagus dan tahan lama, ternyata tidak selalu harus membeli produk makeup baru.

Beauty content creator Dinda Azzura membagikan lima hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil makeup lebih maksimal. Mulai dari menjaga hidrasi kulit, memahami penggunaan sunscreen, hingga memilih produk sesuai kebutuhan kulit.

“Lima hal penting dalam makeup ini untuk lebih memahami kondisi kulit dan teknik penggunaan produk sebelum memutuskan membeli kosmetik baru,” ungkap perempuan yang akrab disapa Dinzzur.

1. Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Hidrasi

Dinzzur menjelaskan, kulit berminyak tetap membutuhkan hidrasi agar kondisinya terjaga dan makeup dapat menempel dengan baik.

Menurut dia, hidrasi tidak selalu harus diperoleh melalui penggunaan moisturizer. Sejumlah produk skincare lain juga dapat membantu menghidrasi kulit, bergantung pada kandungan dan kebutuhan kulit masing-masing.

"Hidrasi itu sifat, sedangkan moisturizer itu jenis produk. Jadi, kulit berminyak tetap butuh hidrasi, tetapi bentuk produknya bisa disesuaikan," kata Dinzzur.

Ia menyebut toner, essence, serum, ampoule, hingga sunscreen yang memiliki kandungan pelembap dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk membantu menjaga hidrasi kulit.

2. Sunscreen Tidak Selalu Membuat Makeup Luntur

Anggapan bahwa sunscreen menjadi penyebab makeup mudah longsor juga menjadi salah satu hal yang disoroti Dinzzur.

Menurut dia, masalah tersebut bisa berkaitan dengan teknik layering atau cara melapisi produk skincare dan makeup yang kurang tepat sehingga riasan sulit menempel pada kulit.

Dinzzur mengaku tidak pernah melewatkan penggunaan sunscreen ketika hendak menggunakan makeup pada siang hari.

“Jangan skip sunscreen. Biasanya masalah makeup longsor itu soal layering-nya saja, yang akhirnya bikin makeup tidak bisa menempel ke kulit,” jelasnya.

Ia juga menyinggung sunscreen dengan efek tone-up yang dapat membantu memberikan tampilan warna kulit lebih merata. Meski demikian, sunscreen tetap perlu digunakan sesuai petunjuk untuk memperoleh perlindungan yang memadai dari paparan sinar matahari.

3. Setting Spray dan Fixing Spray Punya Fungsi Berbeda

Penggunaan produk semprotan setelah makeup juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Dinzzur mengingatkan bahwa setting spray, fixing spray, dan serum spray tidak bisa dianggap memiliki fungsi yang sama.

Menurut dia, penggunaan produk tersebut tidak otomatis menjamin makeup menjadi lebih awet. Hasil akhirnya tetap bergantung pada kesesuaian produk, kondisi kulit, dan teknik aplikasi.

“Setting spray bisa bikin makeup awet? Belum tentu. Fixing spray juga belum tentu. Kita harus menemukan keseimbangan supaya makeup tetap bisa menempel di kulit dan hasilnya lebih awet,” ungkap Dinzzur.

Karena itu, memahami fungsi setiap produk menjadi bagian penting agar penggunaannya tidak justru membuat hasil riasan kurang maksimal.

4. Tidak Ada Produk Makeup yang Paling Bagus untuk Semua Orang

Dinzzur menilai, produk makeup yang cocok untuk satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.

Kondisi kulit, aktivitas sehari-hari, hingga kombinasi produk yang digunakan bisa memengaruhi hasil akhir riasan.

Ia mengingatkan agar eksplorasi tidak hanya berfokus pada produk makeup, tetapi juga memperhatikan persiapan kulit atau skin prep, skincare, serta kondisi skin barrier.

“Yang tahu bagus atau enggaknya itu kalian, kulit kalian, dan aktivitas kalian. Kadang produknya bagus, tetapi layering-nya yang bikin hancur," terang Dinda.

Dengan memahami kebutuhan kulit terlebih dahulu, pemilihan produk dapat dilakukan secara lebih terarah dan tidak sekadar mengikuti tren.

5. Makeup Rusak Masih Bisa Diperbaiki

Makeup yang mulai rusak di tengah aktivitas bukan berarti harus langsung dihapus atau diganti dengan produk baru. Dinda menyebut, berbagai permasalahan makeup masih bisa diatasi dengan mencoba teknik perbaikan yang sesuai. Pengguna perlu memahami penyebab masalah dan tidak terburu-buru mengganti seluruh produk yang digunakan.

“Semua masalah makeup itu ada jalan keluarnya. Sekalipun makeup sudah benar-benar hancur di tengah-tengah, tetap bisa diperbaiki. Jangan gampang frustrasi, tetap dipraktikkan dan coba cara baru dulu sebelum beli produk baru,” imbuhnya.

Dinzzur menekankan pentingnya mengenali permasalahan kulit sebelum mencari produk yang cocok. Dengan demikian, pengguna tidak lagi kebingungan menentukan pilihan di antara berbagai produk makeup yang tersedia.

Menurut dia, memahami kebutuhan kulit dan teknik penggunaan produk menjadi langkah awal untuk mendapatkan riasan yang lebih bagus dan tahan lama tanpa harus terus-menerus membeli kosmetik baru.