JATIMTIMES – Komandan Kodim (Dandim) 0823/Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian memastikan prosedur operasional standar (SOP) penanggulangan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), telah disiapkan dan diterapkan secara terpadu.
Hal itu disampaikan Letkol Inf Ferry Ardian saat mengikuti kegiatan video conference (vicon) dari kawasan Taman Nasional (TN) Baluran, Kabupaten Situbondo, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penilaian Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) satuan jajaran Korem 083/Baladhika Jaya.
Kodim 0823/Situbondo sebagai satuan jajaran Korem 083/Bdj turut melaksanakan Vicon dalam rangka proses penilaian oleh Pusrb TNI. Salah satu elemen yang menjadi bagian penilaian adalah program inovasi Korem 083/Bdj terkait penanganan bencana.
Program inovasi tersebut berupa pembuatan SOP dalam rangka penanggulangan bencana, khususnya karhutla yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah jajaran Korem 083/Bdj.
"Di lapangan kami memastikan bahwa SOP tersebut sudah terstandardisasi, tersosialisasi dan diimplementasikan," ujar Letkol Inf Ferry Ardian.
Menurut dia, implementasi SOP menjadi bagian penting dalam memastikan setiap unsur yang terlibat memahami mekanisme penanganan bencana. Dengan adanya prosedur yang jelas, penanganan di lapangan diharapkan dapat dilakukan secara terpadu.
"Terutama terkait standarisasi mekanisme penanganan bencana melalui SOP terpadu, tim respons dan jejaring, simulasi serta koordinasi lintas sektor," lanjutnya.
Dalam pelaksanaan penilaian tersebut, kesiapan mekanisme penanganan karhutla tidak hanya dilihat dari keberadaan dokumen SOP. Penerapannya di lapangan juga menjadi bagian penting untuk memastikan prosedur yang telah disusun benar-benar dapat dijalankan ketika terjadi bencana.
Kawasan TN Baluran menjadi salah satu lokasi kegiatan untuk melihat secara langsung kesiapan unsur terkait dalam menjalankan mekanisme penanggulangan bencana. Koordinasi antara TNI, pengelola kawasan dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tersebut.
Selain memastikan SOP berjalan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk melihat kesiapan tim respons dan jejaring yang telah dibangun. Termasuk bagaimana koordinasi lintas sektor dilakukan ketika menghadapi potensi maupun kejadian karhutla.
"Jadi, kami memastikan SOP tidak hanya menjadi dokumen, tetapi juga sudah tersosialisasi dan dapat diimplementasikan di lapangan," tegas dandim 0823/Situbondo.
Dalam kegiatan di TN Baluran tersebut, turut hadir Kepala Balai TN Baluran Agus beserta staf. Hadir pula Kabid BPBD Kabupaten Situbondo Jijid beserta staf.
Selain itu, dandim 0823/Situbondo didampingi danramil dan babinsa wilayah Banyuputih. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana, khususnya karhutla.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0823/Situbondo memastikan dukungan terhadap program inovasi Korem 083/Bdj dalam rangka penilaian Zona Integritas menuju WBK. Salah satu fokusnya adalah memastikan mekanisme penanganan bencana telah memiliki standar yang jelas dan dapat diterapkan bersama.



