JATIMTIMES - Rapat Paripurna Raperda APBD Jombang 2027 mengungkap defisit anggaran Rp 66 miliar. Kondisi keuangan daerah ini mendapat catatan penting dari Fraksi PKB DPRD Jombang.
Sorotan Fraksi PKB disampaikan pada agenda Penyampaian Pemandangan Umum (PU) FPKB dalam rapat paripuran Raperda APBD Jombang 2027. Pemandangan umum itu disampaikan Ketua Fraksi PKB Kartiyono.
Menurut dia, Rancangan APBD Jombang 2027 diproyeksikan akan mengalami defisit hingga Rp 66,61 miliar. Dalam raperda, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 2,318 triliun. Sedangkan belanja daerah mencapai Rp 2,385 triliun.
Proyeksi pendapatan daerah di tahun 2027 itu jauh dibanding realisasi pendapatan daerah pada tahun anggaran 2026 yang mencapai Rp 2,760 triliun. Artinya akan ada penurunan anggaran hingga Rp 441,29 miliar.
"FPKB mendesak Pemkab Jombang memastikan estimasi SiLPA TA 2026 yang digunakan untuk menutup defisit benar-benar realistis dan riil, sehingga tidak menimbulkan risiko likuiditas daerah di tengah penurunan pendapatan transfer," ujarnya kepada wartawan, Senin (28/09/2026).
Tidak hanya soal rancangan APBD, Fraksi PKB juga menyoroti sektor sosial dan pendidikan. Kartiyono mengungkap data bahwa masih terdapat 6.715 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jombang pada periode 2026/2027.
"Kami minta pemkab diminta melakukan penajaman alokasi fungsi pendidikan minimal 20% dengan program jemput bola," pungkasnya.(*)



