JATIMTIMES - Minggu (27 September 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam kalender Jawa. Hari ini jatuh pada 16 Bakda Mulud 1960 Ja dan berada dalam Wuku Wugu.

Weton Minggu Pahing atau Ahad Pahing memiliki jumlah neptu 14. Dalam tradisi Jawa, weton menjadi salah satu acuan untuk membaca karakter, rezeki, pekerjaan, jodoh hingga menentukan waktu yang dianggap baik untuk berbagai keperluan.

Pemilik weton Minggu Pahing dikenal pandai menyimpan perasaan. Meski ada persoalan yang mengganggu pikiran, sikapnya cenderung tetap terlihat tenang dan sabar.

Minggu Pahing juga dikenal senang bergaul dan memiliki banyak teman. Namun, ada kecenderungan mempertahankan pendapat sendiri meski belum tentu benar. Sifat angkuh juga terkadang muncul.

Di sisi lain, pemilik weton ini memiliki karakter pekerja keras. Ketekunan tersebut menjadi salah satu modal dalam mengejar tujuan dan menjalani pekerjaan.

Pangarasan Minggu Pahing adalah Lakuning Rembulan. Maknanya menggambarkan pribadi yang simpatik, memiliki daya tarik dan mampu menciptakan suasana menyenangkan.

Karakter ini membuat pemilik weton Minggu Pahing relatif mudah mendapatkan simpati dalam pergaulan. Kemampuan menjaga sikap juga menjadi kekuatan ketika berhadapan dengan orang lain.

Sementara Pancasuda weton ini adalah Wasesa Segara. Pancasuda ini menggambarkan watak yang luas seperti lautan. Salah satu maknanya adalah amot ujar ala becik, yakni tidak menyimpan kebencian ketika dicaci dan tidak menjadi sombong ketika mendapat pujian.

Pemilik weton ini juga memiliki sifat pemurah, pemaaf, berwibawa, berwawasan luas dan bertanggung jawab.

Minggu Pahing 27 September 2026 berada dalam Wuku Wugu. Lambang dewanya adalah Bethara Singajalma. Dalam gambaran primbon, Wuku Wugu memiliki watak banyak akal, pandai, pengertian dan lapang dada.

Wuku ini memiliki simbol gedhong tertutup di belakang. Maknanya berkaitan dengan sifat agak sombong dan pelit. Pohon yang menjadi lambangnya adalah wuni. Gambaran ini memiliki makna menarik perhatian orang yang melihatnya, tetapi setelah menikmati justru muncul celaan dan rasa kurang percaya diri.

Sementara itu, lambang burung Wuku Wugu adalah kepodang. Simbol ini menggambarkan sifat cemburuan, senang berkumpul dan pandai bergaul.

Wuku Wugu juga memiliki gambaran seperti langit yang luas, yang bermakna wawasan luas.
Namun, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Bahaya dalam wuku ini digambarkan dapat datang dari teman sendiri. Primbon juga memberikan peringatan agar berhati-hati terhadap ular dan teluh karena dianggap dapat membawa celaka.

Dalam Wuku Wugu, Kala berada di arah Selatan.
Karena itu, selama tujuh hari dalam wuku tersebut, primbon menyarankan agar tidak bepergian ke arah Selatan untuk keperluan yang sangat penting.

Khusus Minggu Pahing Wuku Wugu, hari ini termasuk hari yang sangat jelek untuk bepergian jauh. Perjalanan jauh pada hari ini dipercaya berpotensi menghadirkan fitnah atau sakit selama perjalanan. Jika ada urusan penting yang mengharuskan perjalanan jauh, primbon menyarankan agar tidak langsung mengambil arah Selatan sebagai arah pertama.

Karakter Minggu Pahing cocok bekerja di bidang akuntansi atau pengelolaan keuangan. Pekerjaan sebagai ilmuwan atau peneliti juga sesuai dengan karakter yang gemar berpikir dan memiliki wawasan luas. Begitu juga dengan analis data yang membutuhkan kemampuan membaca dan mengolah informasi. Selain pekerjaan yang berkaitan dengan analisis, Minggu Pahing juga cocok menjadi pemimpin organisasi atau manajer.

Dalam urusan asmara, Minggu Pahing memiliki neptu 14. Berdasarkan perhitungan primbon yang menjadi acuan dalam bahan ini, pasangan yang dinilai paling sesuai adalah pemilik weton dengan neptu 10 atau 15. Beberapa weton dengan neptu 10 antara lain Minggu Legi dan Selasa Pon. Sementara weton dengan neptu 15 yang masuk dalam daftar kecocokan adalah Rabu Kliwon, Kamis Pon dan Jumat Pahing.