JATIMTIMES - Kebakaran melanda bagian dapur atau ruang produksi tempe kedelai milik warga di Jalan Joyo Taman Rejo, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (25/9/2026) dini hari. Api diduga muncul akibat kelalaian saat  pemasakan.

Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.20 WIB. Meski api sempat membakar bagian ruang produksi, kobaran tidak sampai merambat ke bangunan utama yang digunakan sebagai tempat tinggal pemilik.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 40 meter persegi. “Yang terbakar bagian dapur atau ruang produksi tempe. Alhamdulillah api tidak sampai merambat ke rumah utama atau tempat tinggal pemilik,” kata Pandu.

Berdasarkan laporan Damkar, kebakaran diduga dipicu kelalaian pemilik saat proses pemasakan. Saat kejadian, api kemudian membakar bagian bangunan yang digunakan untuk aktivitas produksi tempe.

Petugas Damkar Kota Malang menerima laporan pada pukul 03.20 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi dua menit kemudian. Sebanyak enam personel dengan mengerahkan dua unit kendaraan pemadam menempuh jarak sekitar 8,8 kilometer.

Petugas tiba di lokasi mulai melakukan operasi pemadaman satu menit kemudian. Titik api yang masih menyala langsung dipadamkan sebelum petugas melakukan proses pendinginan.

“Setelah titik api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api tersembunyi atau hidden fire,” jelas Pandu.

Penanganan berlangsung sekitar 45 menit dan dinyatakan selesai pada pukul 04.23 WIB. Petugas kemudian meninggalkan lokasi pada pukul 04.28 WIB dan kembali tiba di Mako Damkar Kota Malang sekitar pukul 04.45 WIB.

Untuk memadamkan api dan memastikan kondisi benar-benar aman, petugas menggunakan sekitar 4.000 liter air.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp35 juta.

Pandu mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan, terutama pada kegiatan produksi rumahan yang menggunakan api atau sumber panas.

“Kalau sedang melakukan proses pemasakan, jangan ditinggal dan pastikan sumber api benar-benar aman setelah digunakan. Ini penting untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.