JATIMTIMES - Ketua Panitia Pelaksana Polytron Surabaya International Chalengge 2026, Yuni Kartika menyampaikan jika menginjak hari kedua turnament berjalan lancar. Kemudian para pemain muda Indonesia juga bisa tampil all out ketika bertanding di GOR Sudirman, Surabaya.
Demikian halnya soal target. Menurut Yuni sejauh ini beberapa pemain unggulan tampil apik sehingga peluang mempertahankan status sebagai juara umum masih sangat besar.
"Tapi kalau bicara saingan, ya cukup lumayanlah di sini. Chinese Taipei banyak mengirim pemainnya. Ya, harus diwaspadai juga. Tapi kalau pemain-pemain Indonesia, saya rasa akan lebih PD ya tampil di rumah sendiri," tegasnya, Rabu (23/8).
Misalnya, ganda campuran Indonesia Bagas Maulana/Apriyani Rahayu harus melewati pertandingan tiga gim sebelum memastikan tiket ke perempat final Polytron Surabaya International Challenge 2026. Menghadapi pasangan Singapura, Nge Joo Jin/Tay Andrea Jacqui, pada babak 32 besar sempat kehilangan gim pertama sebelum membalikkan keadaan.
Pasangan Indonesia yang ditempatkan sebagai unggulan kelima itu menang 19-21, 21-16, 21-16.
Pertandingan berlangsung ketat sejak gim pembuka. Bagas/Apriyani belum mampu menemukan ritme permainan terbaik mereka sehingga harus menyerahkan gim pertama kepada wakil Singapura.
Memasuki gim kedua, permainan keduanya mulai membaik. Bagas dan Apriyani mampu meningkatkan tempo sekaligus menjaga konsistensi hingga memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Di gim ketiga, Bagas/Apriyani kembali tampil lebih percaya diri. Mereka akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 21-16 sekaligus memastikan langkah ke babak berikutnya.
Bagas mengakui permainan mereka pada laga tersebut belum sepenuhnya baik. "Namun tadi saya mencoba meningkatkan hawa permainan supaya bisa meningkat,” kata Bagas.
Menghadapi pertandingan berikutnya, Bagas menilai masih ada aspek yang harus segera dibenahi, terutama pada awal permainan.
“Untuk besok kami perlu meningkatkan lagi untuk start-nya,” ujarnya.
Sebelumnya pada pagi hari, Salsabila Amiradana pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, tampil mengejutkan di Surabaya International Challenge 2026. Salsabila mengalahkan Passa-Orn Phannachet, unggulan pertama asal Thailand, dua gim langsung 21-14, 21-18 dalam laga babak 32. Salsabila tampil meyakinkan sejak gim pertama. Dia mampu memanfaatkan permainan lawan yang dinilainya belum panas untuk mengamankan gim pembuka 21-14.
“Alhamdulillah hari ini bisa bermain sesuai rencana dan dijauhkan dari cedera. Di game pertama saya langsung masuk mainnya dan lawan pun kurang panas. Di game kedua sempat ada kesulitan dan beruntung bisa mengatasi,” kata Salsabila usai laga.
Saat tertinggal pada gim kedua, Salsabila berusaha menjaga ketenangan dan meningkatkan keyakinannya dalam bermain. Ia mengikuti strategi yang diberikan pelatih dengan menjaga pola permainan satu arah.
“Sempat tertinggal di game kedua, saya berusaha lebih yakin saja dan menjaga bola-bola satu arah sesuai arahan pelatih,” ujarnya. Kemenangan atas unggulan pertama tersebut juga tidak lepas dari persiapan Salsabila sebelum pertandingan.



