JATIMTIMES - BMKG merilis prediksi hujan di Jawa Timur pada Oktober hingga Desembee 2026. Hampir seluruh wilayah masih didominasi curah hujan rendah pada Oktober 2026. Memasuki November, hujan mulai meningkat di sejumlah wilayah. Salah satunya sebagian Kabupaten Blitar yang diprakirakan masuk kategori menengah hujan.
Prakiraan itu disampaikan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur melalui akun Instagram resminya, @bmkg.iklimjatim. BMKG merilis prediksi curah hujan untuk tiga bulan ke depan, yakni Oktober, November dan Desember 2026.
"Halo sobat iklim Jatim! UPDATE PREDIKSI HUJAN BULANAN dulu untuk 3 Bulan kedepan. Yok simak bareng2 info Prakiraan hujan Bulan OKTOBER 2026 hingga DESEMBER 2026, kira2 di wilayah kalian prakiraan hujannya seperti apa ya?" tulis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, dikutip Selasa (22/9/2026).
Pada Oktober, sebagian besar wilayah Jawa Timur masih diprakirakan mengalami hujan dengan kategori rendah. Curah hujannya berada di kisaran 0-50 mm per bulan.
Kondisi itu diprediksi terjadi mulai dari kawasan Pantura seperti Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. Wilayah barat Jatim seperti Ngawi, Bojonegoro, Madiun, Magetan dan Ponorogo juga masuk kategori tersebut.
Begitu juga Nganjuk, Kediri, Jombang, Mojokerto, Malang Raya hingga kawasan Tapal Kuda yang mencakup Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi.
Madura juga masih didominasi kategori hujan rendah. Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep termasuk Pulau Bawean dan Kangean masuk dalam prakiraan tersebut. Memasuki November, belum semua wilayah Jatim mengalami peningkatan hujan. Sebagian besar daerah masih berada pada kategori rendah dengan kisaran 0-150 mm per bulan.
Namun, sebagian kecil wilayah Kabupaten Blitar mulai masuk kategori menengah. Curah hujan di wilayah tersebut diprakirakan mencapai 201-300 mm per bulan. Namun perubahan curah hujan di Jatim belum terjadi secara merata di Jawa Timur. Blitar menjadi salah satu wilayah yang mulai menunjukkan peningkatan curah hujan lebih awal dibanding sebagian besar daerah lainnya.
"Curah hujan kriteria menengah dengan intensitas 201 - 300 mm/bulan terjadi di sebagian kecil Kab. Blitar," tulis BMKG Iklim Jatim.
Kondisinya berubah lebih jelas pada Desember. Curah hujan di Jawa Timur diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi. Wilayah dengan curah hujan 301-500 mm per bulan diprediksi meliputi Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, Blitar, Magetan, Madiun dan Ngawi. Malang Raya serta kawasan pegunungan Pasuruan-Probolinggo juga diprakirakan mengalami hujan kategori tinggi.
Sementara itu, hujan kategori menengah dengan kisaran 101-300 mm per bulan diprediksi terjadi di kawasan Pantura. Wilayahnya antara lain Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Seluruh Pulau Madura juga masuk kategori menengah. Begitu juga kawasan Tapal Kuda yang meliputi Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi.
BMKG meminta masyarakat, terutama petani, mengikuti pembaruan informasi iklim sebelum menentukan aktivitas yang berkaitan dengan kondisi hujan. "Pantau terus info cuacanya terutama bagi para petani yang ingin menanam, jadi sudah bisa langsung update rutin," tulis BMKG.



