JATIMTIMES - Pasar Besar Kota Malang nyaris dilanda kebakaran serius pada Senin (28/9/2026) malam. Kepulan asap terlihat dari bagian dalam pasar sebelum akhirnya diketahui berasal dari area lantai 1, dekat toilet.

Api diduga muncul akibat korsleting kabel listrik. Beruntung, petugas jaga pasar bergerak cepat menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga kobaran berhasil dipadamkan sebelum membesar.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, laporan kejadian diterima pada pukul 20.21 WIB. Dua menit kemudian, dua unit mobil Damkar langsung bergerak menuju Pasar Besar.

“Ketika tim sampai di lokasi, sudah tidak ada nyala api. Nyala api awal ada di lantai 1 dan sudah berhasil dipadamkan petugas jaga pasar dengan APAR,” ujar Pandu, Senin (28/9/2026) malam.

Petugas tiba sekitar pukul 20.25 WIB atau hanya berselang empat menit setelah bergerak dari Mako Damkar. Dari pemeriksaan awal, titik munculnya api berada di sekitar toilet lantai 1. “Betul, di dekat toilet,” katanya.

Meski api telah padam sebelum petugas Damkar tiba, penanganan tidak langsung dihentikan. Sebanyak 10 personel melakukan pembasahan di lantai 1, 2, dan 3 serta sejumlah titik yang terdampak.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau sumber panas yang tersembunyi. Petugas juga memastikan tidak terdapat hidden fire yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Tim Damkar hanya melakukan pembasahan di lantai 1, 2, dan 3 serta area terdampak lainnya. Juga memastikan tidak ada hidden fire atau potensi nyala api susulan,” jelasnya.

Proses penanganan berlangsung hingga pukul 21.10 WIB. Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan sekitar 4.000 liter air.

Setelah memastikan kondisi aman, petugas meninggalkan Pasar Besar sekitar pukul 21.12 WIB dan kembali ke Mako Damkar pada pukul 21.15 WIB.

Area yang terdampak diperkirakan mencapai 27 meter persegi. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp25 juta. Pasar Besar sendiri merupakan salah satu aset Pemerintah Kota Malang. “Sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp25 juta. Pasar Besar sendiri merupakan aset Pemerintah Kota Malang,” ucapnya.

Sementara itu, Mina, salah satu pemilik toko di Pasar Besar, datang ke lokasi setelah mendengar kabar kebakaran. Ia menyebut kepulan asap terlihat dari bagian dalam yang digunakan sebagai tempat penyimpanan kardus milik petugas kebersihan.

“Itu didalam seperti gudang atau toilet ada bekas kardus milik kebersihan, terlihat keluar asap. Tidak tahu juga dari mana asalnya, saya datang untuk lihat dan untung tidak besar,” ujar Mina.