JATIMTIMES - Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Malang pada momentum panen raya Padi Sukma Menuju Pertanian Organik Berkelanjutan dengan Pupuk Hayati Cair ExtraGEN di lahan Kelompok Tani Ngudi Makmur, Desa Trenyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Kegiatan panen raya Padi Sukma tersebut digelar bersama PT. Indoraya Mitra Persada 168 (IMP) dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, Direktur PT. IMP, Kepala BPS Kabupaten Malang Erny Fatma Setyoharini, jajaran kepala perangkat daerah, Forkopimcam Sumberpucung, jajaran perangkat Desa Trenyang, serta kelompok tani setempat.
Menurut Budiar, dalam melakukan pengembangan pertanian yang berkelanjutan Kabupaten Malang memang membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, kelompok tani dan tenaga penyuluh pertanian.
"Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk mendorong produktivitas pertanian sekaligus menjawab tantangan efisiensi biaya, kualitas hasil panen dan tuntutan pasar terhadap produk pangan yang sehat," ungkap Budiar, Senin (21/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Budiar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan panen raya. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kemitraan yang lebih kuat dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Malang.
"Mudah-mudahan kegiatan panen raya pada hari ini menjadi awal dari semakin kuatnya kolaborasi dalam mengembangkan pertanian Kabupaten Malang yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan," tutur Budiar.

Pihaknya menegaskan, pertanian memiliki posisi strategis dalam pembangunan Kabupaten Malang. Selain berkontribusi terhadap perekonomian daerah, sektor ini berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Namun, pengembangan sektor pertanian dihadapkan pada tantangan yang semakin beragam. Perubahan lingkungan, kebutuhan menekan biaya produksi, peningkatan mutu hasil pertanian, hingga permintaan terhadap produk yang ramah lingkungan menuntut adanya pendekatan budidaya yang lebih adaptif.
"Kompleksitas tantangan pembangunan pertanian ke depan menuntut kita untuk terus berinovasi," tegas Budiar.
Panen raya Padi Sukma ini menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan penerapan inovasi dalam pengembangan komoditas padi lokal. Penggunaan pupuk hayati cair ExtraGEN dalam kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan pertanian menuju sistem budidaya organik berkelanjutan.
Namun demikian, Budiar mengingatkan agar setiap inovasi pertanian tidak hanya dilihat dari proses penerapannya, tetapi juga melalui pengujian dan evaluasi yang terukur. "Inovasi dan teknologi pertanian merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong efisiensi usaha tani. Namun demikian, penerapannya perlu senantiasa dilakukan secara tepat, terukur dan disertai pendampingan yang memadai," jelas Budiar.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan panen raya Padi Sukma tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Hasil budidaya Padi Sukma diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat efektivitas penerapan inovasi pertanian.
"Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan meliputi produktivitas tanaman, efisiensi biaya produksi, kualitas hasil panen, serta pengaruh metode budidaya terhadap kondisi lahan pertanian," jelas Budiar.
Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk memastikan bahwa inovasi yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan dapat dipertimbangkan dalam pengembangan budidaya pada musim tanam berikutnya.
Ia juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, kelompok tani dan penyuluh pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pengetahuan, meningkatkan kapasitas petani, serta membuka peluang pengembangan usaha tani yang lebih kompetitif.
"Mari kita tingkatkan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, kelompok tani, dan penyuluh pertanian. Kolaborasi yang baik akan membantu mempercepat penyebarluasan pengetahuan, meningkatkan kapasitas petani, serta membuka peluang pengembangan usaha pertanian yang lebih produktif dan berdaya saing," tandas Budiar.
Sementara itu, Budiar juga mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun ekosistem pertanian yang saling mendukung. Pemerintah daerah berperan melalui kebijakan dan fasilitasi, dunia usaha melalui pengembangan teknologi dan kemitraan, sedangkan petani menjadi aktor utama dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di lapangan.
"Pemerintah hadir melalui kebijakan dan fasilitasi, dunia usaha berperan dalam pengembangan teknologi dan kemitraan, sedangkan para petani menjadi pelaku utama yang menentukan keberhasilan pembangunan pertanian di lapangan," pungkas Budiar.





