JATIMTIMES - Persoalan anemia pada remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan, tetapi juga berhubungan dengan pola konsumsi, kecukupan zat gizi, serta kebiasaan hidup yang terbentuk sejak usia sekolah. Hal itu menjadi salah satu perhatian Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Malang melalui program AGISTA (Aksi Bergizi di Sekolah Bikin Tambah Ceria) yang digelar bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang belum lama ini.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta didik mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kebutuhan gizi remaja, sekaligus pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), terutama untuk mencegah anemia pada remaja putri.

Edukasi kesehatan yang digelar belum lama ini tidak sekadar menempatkan siswa sebagai penerima materi. Peserta didik juga diajak melakukan aksi minum TTD secara bersama-sama. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk kebiasaan preventif, sehingga pencegahan anemia tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi mulai diterapkan dalam rutinitas keseharian.

1

Materi kesehatan remaja disampaikan Mamik Prasetyorini A.Md.Keb., SST dan drg. Shabrina Aulia Hakim. Pembahasan mencakup pola hidup bersih, pemenuhan kebutuhan gizi, serta berbagai langkah yang dapat dilakukan remaja untuk menjaga kondisi tubuh di tengah fase pertumbuhan.

“Menjaga kesehatan sejak usia remaja penting dilakukan melalui pola hidup bersih, asupan gizi yang baik, dan pencegahan anemia,” ujar Mamik.

Kepala MAN 1 Kota Malang Dr. H. Sutirjo, M.Pd. menilai literasi kesehatan perlu berjalan beriringan dengan proses pendidikan di madrasah. Pengetahuan mengenai kesehatan, menurutnya, akan lebih bermakna ketika mampu memengaruhi kebiasaan siswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sutirjo.

2

Anemia menjadi salah satu isu kesehatan yang perlu diperhatikan pada kelompok usia remaja karena berkaitan dengan kebutuhan zat besi dan kecukupan asupan gizi. Pada kondisi tertentu, anemia dapat memengaruhi kebugaran dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, konsumsi TTD dalam program AGISTA ditempatkan sebagai langkah pencegahan yang melengkapi edukasi mengenai pola hidup dan gizi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan aktivitas fisik melalui senam pagi yang melibatkan warga madrasah. Setelah itu, peserta mengikuti edukasi kesehatan dengan materi yang berfokus pada PHBS dan pencegahan anemia.

Pendekatan AGISTA kemudian dikaitkan dengan penguatan karakter peserta didik. Duta Moderasi Beragama MAN 1 Kota Malang turut menginisiasi Deklarasi Moderasi dan Sehat (GENMORE), yang membawa pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan sekaligus membangun sikap moderat, toleran, dan berakhlak dalam lingkungan madrasah.