JATIMTIMES - Anak laki-laki dalam keluarga muslim perlu dibekali pemahaman tentang tata cara salat jenazah sejak dini. Pengetahuan ini bukan sekadar tambahan dalam pendidikan agama, tetapi berkaitan dengan tanggung jawab fardhu kifayah yang harus dipenuhi ketika seorang muslim meninggal dunia.
Salat jenazah memiliki kedudukan berbeda dengan ibadah yang menjadi kewajiban setiap individu. Dalam fikih Islam, shalat jenazah merupakan fardhu kifayah. Kewajiban tersebut gugur apabila telah dilaksanakan sebagian umat Islam. Namun, jika tidak ada yang melaksanakannya, masyarakat muslim di wilayah tersebut menanggung kewajiban tersebut.
Baca Juga : 4 Kali Bakar Kawasan Taman Nasional Baluran, Seorang Pria Ditangkap, Gakkum Kehutanan: Motif Masih Didalami
Karena itu, anak laki-laki penting memahami ibadah ini sebelum mereka menghadapi situasi nyata di tengah keluarga maupun masyarakat.
Pemahaman tersebut setidaknya mencakup tata cara, bacaan, posisi imam dan makmum, serta hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan shalat jenazah. Dengan bekal itu, mereka tidak kebingungan ketika sewaktu-waktu harus ikut menunaikan shalat jenazah atau bahkan diminta memimpin pelaksanaannya.
Dalam kehidupan sosial umat Islam, laki-laki juga memiliki ruang yang cukup besar dalam kegiatan keagamaan di masyarakat. Ketika terjadi kematian, keterlibatan mereka tidak berhenti pada menghadiri pemakaman, tetapi juga dapat mencakup proses pengurusan jenazah hingga pelaksanaan shalat jenazah.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pengetahuan mengenai shalat jenazah perlu ditanamkan kepada anak laki-laki sejak usia muda.
Allah SWT berfirman dalam QS An-Nisa ayat 34: “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain.”
Ayat tersebut dalam pembahasan fikih kerap dikaitkan dengan tanggung jawab laki-laki dalam kehidupan keluarga dan sosial. Dalam konteks pengurusan jenazah, laki-laki secara umum menjadi pihak yang diharapkan siap menjalankan kebutuhan keagamaan di ruang publik.
Praktik Rasulullah SAW dan para sahabat juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan dalam pengurusan jenazah. Rasulullah SAW diketahui pernah mengimami shalat jenazah para sahabat.
Pengetahuan ini semakin penting karena pelaksanaan shalat jenazah tidak sama dengan shalat lima waktu. Dalam shalat jenazah tidak terdapat rukuk maupun sujud. Pelaksanaannya memiliki rangkaian takbir dan doa yang perlu diketahui agar ibadah dapat dilakukan dengan benar.
Anak laki-laki juga perlu memahami bahwa menghadiri dan mengurus jenazah merupakan bagian dari kepedulian seorang muslim terhadap muslim lainnya.
Baca Juga : Ekonom Celios Kritisi Pemangkasan Anggaran Daerah: Dijajah Regulasi Pemerintah Sendiri
Rasulullah SAW bersabda: “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengikuti jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin." Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Keutamaan mengikuti jenazah juga dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW menyebut orang yang menghadiri jenazah hingga dishalatkan memperoleh satu qirath, sedangkan orang yang mengikutinya sampai dimakamkan mendapatkan dua qirath.
Para sahabat kemudian bertanya mengenai ukuran qirath tersebut. Rasulullah SAW menggambarkannya seperti dua gunung besar.
Pembelajaran shalat jenazah sejak dini membuat anak laki-laki memiliki kesiapan ketika berada dalam situasi yang membutuhkan. Terlebih, kematian dapat terjadi kapan saja dan tidak selalu dihadapi dalam kondisi ketika tokoh agama atau orang yang memahami tata cara shalat jenazah berada di lokasi.
Dalam kondisi tertentu, seorang anak laki-laki bahkan bisa menjadi salah satu laki-laki yang paling siap di antara orang-orang yang hadir. Ketika pengetahuan itu sudah dimiliki, ia dapat ikut mengambil bagian dalam pemenuhan kewajiban umat tanpa harus menunggu orang lain mengajarinya terlebih dahulu.
Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah menempatkan shalat jenazah sebagai bagian dari fardhu kifayah. Ketentuan tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi umat Islam untuk tidak mengabaikan pembelajaran mengenai shalat jenazah, termasuk kepada generasi laki-laki sejak usia sekolah.
Mengajarkan shalat jenazah kepada anak laki-laki dengan demikian bukan hanya soal hafalan bacaan. Mereka perlu mengetahui kapan shalat dilaksanakan, bagaimana posisi imam dan makmum, urutan takbir, doa untuk jenazah, hingga tata cara mengikuti shalat tersebut sebagai makmum.
