JATIMTIMES – Puluhan jurnalis dari sejumlah organisasi profesi di Kota Malang menggelar aksi solidaritas di Alun-Alun Kota Malang, Jumat (11/9/2026).
Aksi tersebut melibatkan jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).
Baca Juga : Hari Keempat Pencarian 5 Jurnalis, Rompi Pelampung Dipastikan Bukan Milik Korban
Para jurnalis menggelar doa bersama untuk keselamatan lima rekan seprofesi yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Doa bersama dipimpin jurnalis senior Yatimul Ainun. Kegiatan berlangsung khusyuk meski digelar di ruang publik Alun-Alun Kota Malang.
Rangkaian doa diawali dengan pembacaan selawat. Para jurnalis kemudian bersama-sama membacakan doa Nabi Yunus.
Suasana haru terlihat selama doa berlangsung. Sejumlah jurnalis bahkan tak kuasa menahan air mata ketika mendoakan keselamatan rekan mereka.
Ketua PWI Malang Raya Cahyono mengatakan, doa tersebut menjadi bentuk solidaritas bagi para jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.
“Doa bersama ini kan mendoakan rekan seprofesi. Karena mereka melakukan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga sekarang belum ditemukan,” ujar Cahyono.
Ia berharap kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat. Terlebih, pencarian telah berlangsung selama empat hari tanpa tanda-tanda keberadaan mereka.
“Kami semua berharap agar rekan kami yang hilang kontak tersebut segera ketemu, karena sudah empat hari pencarian masih belum ada tanda ditemukan,” lanjutnya.
Harapan serupa disampaikan Ketua IJTI Korda Malang Raya Hilda Daningtyas. Menurutnya, tugas jurnalistik di lokasi bencana tetap membawa risiko bagi jurnalis.
Baca Juga : Jurnalis Surabaya Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan yang Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau
“Ada bencana kita datangi bukan berarti kita tidak takut. Tapi itu bagian dari tugas jurnalistik. Dan kami mohon doa untuk kelima kawan kami seprofesi agar segera ditemukan,” tuturnya.
Kelima jurnalis yang hilang kontak tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Selain lima jurnalis, tiga awak kapal dan pemandu juga berada dalam rombongan tersebut. Mereka yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman atau Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Rombongan tersebut diketahui berangkat pada 7 September 2026. Kelima jurnalis bersama tiga awak kapal kemudian dilaporkan hilang kontak pada 8 September 2026.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut hadir dalam doa bersama tersebut. Ia berharap seluruh jurnalis dan awak kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Doa bersama ini agar lima jurnalis dan tiga orang crew bisa kembali dengan selamat dan segera berkumpul bersama keluarga,” ujar Wahyu.
