JATIMTIMES - Baru-baru ini tagar kabur aja dulu berseliweran di media sosial. Hal itu bentuk protes masyarakat hingga mahasiswa terkait sejumlah kebijakan pemerintah. Isu yang paling disorot adalah kebijakan efisiensi anggaran besar-besaran dari Presiden Prabowo Subianto. 

Sebagai informasi, tagar kabur aja dulu merupakan sebuah fenomena ajakan untuk pindah dari Indonesia ke luar negeri. Hal itu untuk mendapatkan kehidupan lebih layak di tengah situasi politik dan perekonomian di tanah air saat ini. 

Akibat kebijakan itu, mahasiswa di sejumlah kota di Indonesia melakukan aksi demo. Mereka menuntut untuk pemerintah melakukan kajian ulang terkait kebijakan yang disahkan. 

Lebih dari itu, mereka ingin agar pemerintah tidak lagi mengambil kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat. 

Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPR RI Ahmad Irawan telah melihat dan mendengar isu yang saat ini sedang ramai, baik tagar kabur aja dulu ataupun Indonesia Gelap. 

Menurut Irawan, kebijakan yang saat ini telah digulirkan merupakan kebijakan transisional. Artinya ada perubahan kebijakan karena fokus kerja  dari Presiden ke-7 Joko Widodo kepada Presiden ke-8  Prabowo Subianto. 

“Tentu setiap presiden punya fokus yang berbeda. Kalau sebelumnya Jokowi fokus pada kebijakan infrastruktur, Prabowo punya kebijakan pokok yakni MBG (Makan Bergizi Gratis),” kata Irawan di Kota Malang, Jumat (21/2/2025). 

Selanjutnya, ada lagi kebijakan, yakni lembaga investasi Danantara. Menurut Irawan, Danantara digulirkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. 

“Nah Danantara ini sudah disahkan UU-nya melalui revisi UU BUMN. Kalau kita bisa melihat potensi modal dari Danantara sekitar Rp 300 triliun, mudah-mudahan ini bisa mendorong perekonomian Indonesia sampai posisi delapan dunia. Jadi, negara berinvestasi pada proyek strategis,” beber Irawan.