JATIMTIMES - Hasil quick count Pilkada Serentak 2024 di Jawa Timur mencatat kemenangan bagi 15 kepala daerah petahana. Dari 25 petahana yang mencalonkan diri kembali, lebih dari separuh berhasil mempertahankan kursi mereka, menunjukkan dominasi para incumbent dalam kontestasi politik daerah. 

Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Ardian Sopa, menjelaskan bahwa kemenangan petahana bukanlah kejutan. Menurutnya, ada lima faktor utama yang mendukung keberhasilan mereka, di antaranya adalah sebagai berikut: 

• Tingkat Kepuasan Masyarakat
Ardian menjelaskan bahwa keberhasilan petahana sering kali terkait dengan kepuasan masyarakat terhadap kinerja mereka selama menjabat. "Jika masyarakat merasa puas dengan kepemimpinannya, mereka cenderung memberikan suara kembali," ujarnya.
• Popularitas yang Tinggi
Sebagai pejabat yang sudah lama dikenal, petahana memiliki keuntungan berupa tingkat pengenalan publik yang lebih baik dibandingkan pesaing baru. "Popularitas ini menjadi modal yang baik bagi incumbent untuk meraup suara rakyat," tambah Ardian.
• Jangkauan ke Semua Segmen Pemilih
Petahana umumnya lebih memahami karakteristik daerahnya dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
• Dukungan dari Tokoh Formal dan Informal
Petahana juga unggul dalam menjalin hubungan dengan tokoh formal seperti birokrasi, serta tokoh informal di masyarakat, yang menjadi ujung tombak kampanye mereka.
• Kesiapan Finansial
Faktor terakhir adalah kesiapan finansial. "Selama menjabat, petahana bisa menabung lebih banyak karena gaji mereka sering kali tidak terpakai untuk kebutuhan pribadi, yang sebagian besar sudah ditanggung oleh negara," pungkas Ardian. 

Daftar 15 Petahana yang Menang

Berikut adalah daftar nama petahana yang berhasil mempertahankan posisi mereka berdasarkan hasil quick count Pilkada 2024: 
• Hanindhito Himawan Pramana (Bupati Kediri)
• Ipuk Fiestiandani (Bupati Banyuwangi)
• Slamet Junaidi (Bupati Sampang)
• HM. Sanusi (Bupati Malang)
• Indrata Nur Bayuaji (Bupati Pacitan)
• Sugiri Sancoko (Bupati Ponorogo)
• M. Nur Arifin (Bupati Trenggalek)
• Ony Anwar Harsono (Bupati Ngawi)
• Aditya Halindra Faridzky (Bupati Tuban)
• Yuhronur Efendi (Bupati Lamongan)
• Fandi Akhmad Yani (Bupati Gresik)
• Ahmad Fauzi Wongsodjojo (Bupati Sumenep)
• Ika Puspitasari (Wali Kota Mojokerto)
• Maidi (Wali Kota Madiun)
• Eri Cahyadi (Wali Kota Surabaya).