JATIMTIMES -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengangkat empat tema dalam debat publik terakhir bagi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam Pilkada Kota Batu 2024. Yakni sosial, hukum, tata kelola pemerintahan, dan ekonomi. Debat publik berlangsung di Golden Tulip Holland Resort, Kota Batu, Kamis (21/11/2024) malam. 

Tiga paslon pun telah membeberkan visi dan misi terbaiknya dalam menghadapi beberapa permasalahan pada sektor tersebut.  Nurochman-Heli Suyanto, misalnya, selama empat menit membeberkan program-programnya dalam membangun empat sektor tersebut. 

Calon wali kota Batu Nurochman mengatakan, visinya sebagai produk lokal akan menyelesaikan sejumlah permasalahan melalui Mbatu Sae.

Mbatu Sae merupakan akronim dari madani, berkelanjutan, agrokreatif, terpadu, unggul, sinergi, akomodatif dan ekologis. Caranya dengan mengembangkan UMKM, pertanian, perdagangan, pariwisata, infrastruktur pengendalian tata ruang, meningkatkan keamanan.

“Kemudian mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, dengan tercapainya kerja sama antarpemangku kepentingan, stake holder dan memperkuat peran dan pembangunan di desa,” ujar Nurochman.

Lalu paslon ini akan menghadirkan vokasional training center, memberikan perlindungan sosial bagi lansia, masyarakat miskin, keluarga rentan serta disabiltas. Kemudian optimalisasi posyandu lansia, satu desa satu dokter satu ambulans.

Selanjutnya akan memberikan pemeriksaan gratis. Memberikan subsidi air bersih secara cuma-cuma alias gratis untuk UMKM dan masyarakat pra sejahtera, serta update Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara berkala dan optimlisasi pilar-pilar sosial.

“Kami juga akan melakukan peningkatan insentif bagi para pekerja dibidang sosial,” imbuh Nurochman.

Sementara itu, calon wakil wali kota Batu Heli Suyanto menambahkan, pada bidang ekonomi akan melakukan pembangunan mal UMKM, sport center, fasilitas outdoor, pembentukan perseroan, Batu art preneur, kemitraan pariwisata, hingga optimalisasi Pasar Induk Among Tani dan pasar agribisnis.

“Kami juga akan memperkuat produk pasar peternakan, termasuk susu segar, serta mempercepat perizinan dan sertifikasi halal bagi UMKM.  Dan mengajak masyarakat untuk mencintai produk lokal, beli-beli produk lokal,” ujar Heli.

Untuk bidang tata kelola pemerintah, paslon nomor urut 1 akan melakukan peningkatan digitalisasi layanan publik. Lalu menghadirkan Cak Wali-Mas Wawali Sambang Desa.

Kemudian menjadikan pendapa sebagai pusat ruang aspirasi bagi masyarakat. Lalu menghadirkan hotline wali kota dan wakil wali kota, wadah aspirasi dan akomodatif.

“Kami juga akan mengoptimasiliasi smartcity hingga aplikasi Among Tani yang saat ini sudah ada,” terang Heli.

Pada bidang hukum, paslon yang diusung dari PKB, Gerindra dan PSI ini akan melakukan penguatan dan penegakan peraturan daerah tentang bantuan hukum bagi masyarakat miskin.

Program-program tersebut menjadi komitmen putra daerah jika terpilih. Sebab, Nurochman-Heli menempatkan masyarakat sebagai raja demi menyejahterakan Kota Batu dengan pembangunan yang lebih baik.