JATIMTIMES – Joe Biden mencetak sejarah sebagai Presiden Amerika Serikat pertama yang melakukan kunjungan ke kawasan Hutan Amazon pada Minggu (17/11) saat dalam masa jabatannya.
Kunjungan dilakukan Biden saat menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Rio de Janeiro, Brasil, sekaligus mengumumkan komitmen baru terkait konservasi dan pendanaan untuk pelestarian hutan Amazon.
Biden mengumumkan inisiatif baru yang mencakup pendanaan sebesar US$50 juta untuk Dana Amazon yang meningkat dua kali lipat dari komitmen sebelumnya. Selain itu, tersedia pula pinjaman sebesar US$37,5 juta dari Development Finance Corp. untuk mendukung upaya penanaman kembali pohon di kawasan terdegradasi di Brasil.
Presiden Joe Biden melaporkan bahwa realisasi pendanaan iklim telah mencapai lebih dari US$11 miliar. Dari jumlah tersebut, US$3 miliar dialokasikan untuk mendukung negara-negara miskin dalam beradaptasi terhadap dampak krisis iklim, termasuk ancaman kenaikan permukaan air laut.
Kunjungan Biden dilakukan di tenga kekhawatiran bahwa komitmen pendanaan iklim Amerika Serikat mungkin melemah, mengingat masa jabatannya akan berakhir dan Donald Trump akan kembali menjabat pada Januari 2025.
“Memang benar, beberapa pihak mungkin berusaha untuk menolak atau menunda revolusi energi bersih yang sedang berlangsung di Amerika. Namun tidak seorang pun dapat membalikkannya,” ungkap Biden dikutip dari Bloomberg, Senin (18/11/2024).
Seperti yang telah diketahui, Trump sebelumnya mengungkapkan skeptisme terhadap dampak perubahan iklim dan berencana melakukan pemotongn anggaran federal secara besar-besaran.
Meskipun demikia, sebagai bagian dari inisiatif domestik pemerintahan Biden, Departmen Energi AS mengumumkan hibah senilai US$18 juta untuk proyek efisiensi energi di Tingkat pemerintahan lokal. Inisiatif ini mencakup program daur ulang, pengadaan lampu jalan, serta pembelian kendaraan yang lebih ramah lingkungan untuk armada kota.
Departemen Pertanian juga mengalokasikan pendanaan sebesar US$256 juta untuk mendukung petani dan pemilik bisnis pedesaan dalam memperluas penggunaan energi terbarukan seperti angin, matahari, dan tenaga air. Sementara itu, Departemen Transportasi menyediakan dana sebesar US$1,2 miliar untuk negara bagian guna memastikan penggunaan bahan bangunan rendah karbon dalam proyek-proyek infrastruktur.



