JATIMTIMES - Kabupaten Malang memiliki beragam potensi usaha yang dapat dikembangkan menjadi Industri Kecil Menengah (IKM) dan bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Muhammad Nur Fuad Fauzi mengatakan, sudah banyak produk-produk industri yang berasal dari Kabupaten Malang dan menembus pada ekspor atau internasional. 

Pria yang akrab disapa Fuad ini pun membeberkan sejumlah produk industri yang sudah menembus pasar ekspor. Baik produk usaha makanan, minuman hingga kerajinan tangan. 
"Beberapa produk IKM di Kabupaten Malang mulai menembus pasar ekspor. Kita membuka dengan ekspor keripik singkong ke Korea Selatan," ujar Fuad. 

Pada proses pelepsan ekspor keripik singkong dari Kabupaten Malang ke Korea Selatan tersebut juga didampingi dari pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang. 

Selain itu, dari sektor kerajinan tangan, terdapat produk olahan dari kayu yakni salah satunya berupa telenan dari wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang telah diekspor ke Australia. 

"Ada beberapa (olahan) kayu dan telenan di Singosari itu sudah menembus ekspor ke Australia," tutur Fuad. 

Selanjutnya, juga terdapat produk genderang dari wilayah Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang yang sudah menembus pasar ekspor ke negara Jamaika. 
"Di Sumberpucung itu genderang sudah ekspor ke Jamaika. Memang dia tidak ekspor sendiri, tetapi bergabung dengan yang di Jepara. Karena memang kapasitasnya masih kecil sehingga masih belum ekspor secara mandiri," ungkap Fuad. 

Selanjutnya, beberapa wilayah di Kabupaten Malang juga menjadi pusat tempat pembuatan kerajinan tangan yang kemudian dikirimkan ke tempat pusat oleh-oleh yang ada di Yogyakarta dan Bali. Selain itu, produk kerajinan tangan dari Kabupaten Malang juga bisa menembus Ikea. 

"Ada juga beberapa kerajinan kita itu menembus ke Ikea maupun tempat toko cinderamata di Joger maupun Krisna. Itu diambil dari Malang dibawa ke sana," jelas Fuad. 

Sementara itu, pihaknya juga mengatakan bahwa Disperindag Kabupaten Malang akan terus memfasilitasi para pelaku usaha di sektor industri agar mendapatkan buyer atau pembeli dengan harga yang sesuai dengan keinginan dari para pelaku usaha. 

Beberapa waktu lalu, Disperindag Kabupaten Malang berkolaborasi dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang dan Universitas Ma Hyung menggelar bussiness matching dengan melibatkan 30 pelaku usaha. 

"Ada 30 UKM yang kita kurasi, khususnya dari makanan dan minuman. Ada buyer dari Korea Selatan dan Amerika Serikat alhamdulillah secara perlahan kita pacu dan kita dorong agar teman-teman UKM ini untuk bisa bersama-sama berkembang di Kabupaten Malang," pangkas Fuad.