JATIMTIMES - Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka akses kesehatan yang layak bagi semua kalangan. Rumah sakit di bawah naungan Yayasan Unisma tersebut menghadirkan layanan Cleft Center, pusat penanganan komprehensif bagi pasien dengan kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit. Seluruh layanan diberikan secara gratis, menegaskan keberlanjutan program sosial yang sudah lama dijalankan RSI Unisma.

Cleft Center dibangun dengan pendekatan multidisiplin, melibatkan dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, bedah mulut, terapis wicara, maupun tenaga medis berkompeten lainnya. Pendekatan terpadu ini memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tidak hanya berfokus pada operasi, tetapi juga perkembangan nutrisi, kemampuan bicara, dan aspek psikologis sejak bayi hingga remaja.

Bentuk layanan yang disiapkan meliputi asesmen awal, dukungan nutrisi (feeding), tindakan operasi aman dan profesional, perawatan pascaoperasi, serta terapi wicara. Semuanya tanpa biaya.

Keberadaan program ini tidak lepas dari kolaborasi RSI Unisma dengan Humanity Change, Yayasan Sekar Lintas Nusantara (YSLN) dan Smile Train, organisasi internasional yang telah lama bergerak dalam penanganan bibir sumbing di berbagai negara. Sinergi inilah yang membuat layanan operasi gratis tersebut berjalan berkelanjutan, terstruktur, dan mampu menjangkau lebih banyak pasien dari berbagai daerah.

Untuk bisa mengikuti program ini, calon pasien diwajibkan mengirimkan identitas beserta foto kondisi bibir. Proses ini penting karena tim medis melakukan skrining ketat guna memastikan setiap pasien memperoleh tindakan yang benar-benar sesuai kebutuhan medisnya. Dengan seleksi tersebut, operasi yang diberikan bukan sekadar prosedur medis, tetapi solusi yang aman, presisi, dan efektif bagi anak-anak yang membutuhkan.

RSI Unisma menegaskan bahwa program ini bukan agenda sosial sesekali, melainkan wujud dari tanggung jawab sosial rumah sakit yang terus dijaga konsistensinya. Kepala Unit Pemasaran dan Kemitraan RSI Unisma Novita Ordiana Winardi menyampaikan bahwa komitmen ini lahir dari kepedulian rumah sakit agar anak-anak dengan bibir sumbing memiliki kesempatan hidup yang lebih baik.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang lahir dengan kondisi bibir sumbing bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik, dengan kualitas hidup yang layak dan percaya diri,” ujarnya.

Proses pendaftaran dibuat sederhana dan mudah dijangkau. Orang tua atau wali pasien cukup menghubungi WhatsApp 0896-1690-9966, mengirimkan data diri dan foto kondisi bibir, lalu menunggu hasil asesmen dari tim medis. Melalui layanan ini, RSI Unisma kembali membuktikan bahwa pelayanan kesehatan bisa menjadi ruang kemanusiaan yang nyata, menghadirkan harapan baru dan senyum baru bagi masa depan banyak anak.

Informasi lebih lanjut, masyarakat atau pasien juga dapat mengakses nomor 08113033139. Selain itu, juga tersedia melalui akun media sosial resmi RSI Unisma: Instagram @rsiunisma, Facebook Rsi Unisma, serta laman resmi rumah sakit di www.rsiunisma.com.