JATIMTIMES - Video seorang pria yang disebut-sebut masuk ke kolong mobil di area parkir Mall Olympic Garden (MOG) Kota Malang viral di media sosial. Polisi langsung turun ke lokasi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Petugas Unit Reskrim Polsek Klojen mendatangi area parkir basement P.E1 MOG, Sabtu (19/9/2026). Selain meminta keterangan pihak keamanan, polisi juga mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin mengatakan pengecekan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai video yang beredar di media sosial.
“Informasi yang beredar kami tindak lanjuti dengan mendatangi lokasi, meminta keterangan saksi dan mengecek rekaman CCTV. Langkah ini dilakukan untuk melihat kejadian berdasarkan fakta yang ada di lapangan,” kata Lukman, Minggu (20/9/2026).
Dari keterangan sementara yang diperoleh petugas, kejadian dalam video tersebut disebut berlangsung Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, petugas keamanan MOG mendapat informasi dari seorang pengunjung mengenai aktivitas mencurigakan di sekitar Toyota Fortuner warna hitam bernopol B-121-CHI.
Petugas keamanan langsung mendatangi kendaraan tersebut. Di lokasi, ditemukan dua orang berada di sekitar mobil. Salah seorang terlihat berada di bawah kendaraan dengan bantuan cahaya telepon seluler, sementara seorang lainnya berada di sisi mobil.
Situasi tersebut ditanyakan oleh petugas keamanan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan keduanya, mereka berada di lokasi untuk mengambil uang pecahan Rp 1.000 yang disebut berada di bawah mobil.
Keduanya selanjutnya diminta meninggalkan lokasi setelah mendapat peringatan dari petugas keamanan. Sekitar pukul 16.30 WIB, pemilik Toyota Fortuner datang dan membawa kendaraannya keluar dari area MOG.
Informasi tersebut menjadi perhatian setelah video mengenai kejadian beredar di media sosial dan memunculkan berbagai dugaan dari warganet.
Polisi tidak langsung mengambil kesimpulan dari video yang beredar. Petugas justru mencocokkan informasi tersebut dengan keterangan di lokasi dan rekaman kamera pengawas.
“Yang kami pastikan adalah rangkaian kejadiannya. Karena itu, keterangan dari lokasi perlu dicocokkan dengan bukti pendukung, termasuk rekaman CCTV,” tambah Lukman.
Menurutnya, pengecekan tersebut juga dilakukan untuk mengetahui identitas pihak-pihak yang berada di lokasi serta menelusuri pihak yang merekam dan mengunggah video.
Petugas selanjutnya berkoordinasi dengan pengelola dan keamanan MOG dalam proses pengumpulan bahan keterangan.
Lukman mengnbay masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial. Polisi masih melakukan penelusuran untuk memastikan informasi tersebut sesuai dengan fakta kejadian.
“Setiap informasi yang berkembang di masyarakat tetap kami tindak lanjuti. Namun, kepastian mengenai suatu kejadian harus berdasarkan hasil pengecekan dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Polresta Malang Kota juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk menyampaikannya kepada kepolisian melalui layanan Polisi 110.





