JATIMTIMES - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato penuh amarah dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (26/9) waktu setempat. Dalam pidatonya, Netanyahu menuduh sejumlah pemimpin Eropa yang mengakui Palestina sebagai negara berdaulat telah mendorong Israel ke dalam “bunuh diri nasional”.

Seperti dilaporkan AFP, Sabtu (27/9/2025), Netanyahu bersumpah akan mencegah terbentuknya negara Palestina. Ia menilai pengakuan yang diberikan beberapa negara Eropa sama saja dengan memberi imbalan kepada kelompok Hamas.

Pidato Netanyahu bahkan sebagian disiarkan melalui pengeras suara militer Israel di Jalur Gaza. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan tekadnya untuk “menyelesaikan pekerjaan” melawan Hamas, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja menyatakan kesepakatan gencatan senjata telah tercapai.

“Israel tidak akan membiarkan Anda memaksakan negara teroris kepada kami,” ujar Netanyahu lantang. 

Ia menambahkan, “Kami tidak akan melakukan bunuh diri nasional karena Anda tidak memiliki nyali untuk menghadapi media yang bermusuhan dan massa antisemitisme yang menuntut darah Israel.”

Pidato keras Netanyahu disampaikan beberapa hari setelah Inggris, Prancis, dan sejumlah negara Barat lainnya mengakui Palestina. Ia menyebut langkah itu sebagai sinyal berbahaya.

“Negara-negara itu telah mengirimkan pesan yang sangat jelas bahwa membunuh orang Yahudi ada untungnya,” katanya.

Sementara itu, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, yang merupakan rival Hamas, dalam pidatonya sehari sebelumnya mengutuk serangan 7 Oktober 2023 serta mengecam antisemitisme. Namun, Netanyahu mencemooh Abbas dan menyebut Otoritas Palestina “korup sampai ke akar-akarnya”.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Palestina, Adel Atieh, menanggapi keras dengan menyebut pernyataan Netanyahu sebagai “pidato orang yang kalah”.

Trump Tolak Aneksasi Tepi Barat

Meski dikenal sebagai sekutu dekat Netanyahu, Presiden AS Donald Trump kali ini mengambil sikap berbeda. Saat mengajukan rencana perdamaian Gaza dalam pertemuan dengan pemimpin negara Arab dan Muslim, Trump menegaskan bahwa ia tidak akan mengizinkan Israel mencaplok Tepi Barat.

“Rencana perdamaian harus mencakup perlucutan senjata Hamas, bukan aneksasi,” tegas Trump di Ruang Oval Gedung Putih.

Namun dalam pidatonya, Netanyahu tetap melontarkan pujian kepada Trump dan menyebut akan bertemu dengannya di Gedung Putih pada Senin (29/9) mendatang.

Pidato Netanyahu di Sidang Umum PBB ini menuai gelombang penolakan. Sejumlah delegasi melakukan walkout massal sebagai bentuk protes. Di luar forum, ratusan massa menggelar demonstrasi di Times Square, New York, bahkan menyerukan penangkapan Netanyahu.