JATIMTIMES - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Batu minta masyarakat tak perlu khawatir mengurus dokumen kependudukan. Kebutuhan blangko e-KTP dipastikan aman untuk mengakomodasi hingga akhir bulan depan, meski di sejumlah daerah mengalami kehabisan stok.

Menurut informasi, di beberapa wilayah lain, stok blangko e-KTP masih terbatas. Seperti yang terjadi di Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. Akibatnya, puluhan ribu warga yang sudah melakukan perekaman, namun hasilnya belum dicetak.

Kepala Dispendukcapil Kota Batu Wiwik Nuryati mengungkapkan, selama ini belum ada masalah krisis blangko e-KTP di Kota Batu. Bahkan pengurusan e-KTP bisa dilakukan dalam waktu yang cepat.

"Semua warga yang mengurus perekaman e-KTP dapat langsung mencetaknya hari itu juga. Rata-rata per hari permohonan pencetakan sekitar 100 keping," kata Wiwik saat ditemui, belum lama ini.

Menurut penjelasannya, dalam satu bulan, Dispendukcapil Kota Batu memiliki stok sebanyak 3 ribu keping. Dengan estimasi 26 hari kerja. Maka kebutuhan pencetakan hanya berkisar 2.600 keping saja. 

Oleh karena itu kebutuhan pencetakan blangko masih dapat diakomodir dengan baik. Terlebih jumlah permohonan perekaman setiap harinya cukup fluktuatif. Sehingga, tak jarang stok yang ada masih tersisa.

 Permohonan pencetakan e-KTP dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Sebagai contoh, perekaman baru, hilang, perubahan status dan rusak. Namun, Wiwik menyebut mayoritas pengajuan perekaman baru.

Wiwik mengaku, ada beberapa warga dari wilayah lain berbondong-bondong mengurus ke Kota Batu karena beberapa masalah yang dialami. Namun dia enggan menyebutkan jumlah permohonan pencetakannya."Katanya direkomendasikan dari daerah asal," sebutnya.

Kendati diperbolehkan, Wiwik mengaku cukup kewalahan. Sebab dia khawatir akan menyebabkan stok yang ada untuk masyarakat Kota Batu menjadi terbatas. "Sampai hari ini masih sangat aman, termasuk blangko kartu identitas anak (KIA)," tutupnya.