JATIMTIMES – Ketersediaan beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi perhatian di tengah tingginya harga beras premium di Kota Malang. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang menyebut stok beras medium SPHP masih tersedia di sejumlah pasar.
Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan memastikan beras medium masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Medium ada sebenarnya. Ada. SPHP itu cukup banyak,” ujarnya.
Slamet menyebut penyaluran beras SPHP dilakukan Bulog melalui Perumda Tunas. Menurut dia, jumlah penyaluran selama periode Januari hingga September atau Oktober mencapai sekitar 950.000 ton.
“Kalau SPHP, Bulog bekerja sama dengan Perumda Tunas sudah menyalurkan sekitar 950.000 ton selama periode Januari sampai September atau Oktober,” katanya.
Meski begitu, cakupan wilayah penyaluran angka tersebut masih perlu diperjelas. Sebab, Slamet menyampaikan keterangan itu saat menjelaskan ketersediaan beras di pasar Kota Malang.
Di sisi lain, harga beras premium masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Slamet memperkirakan selisih harganya mencapai Rp 5.000 hingga Rp 10.000 dari HET.
“Sekitar berapa dari HET itu? Rp 5.000 atau Rp 10.000 dari HET,” ungkapnya saat menjelaskan selisih harga beras premium.
Slamet mengatakan, beras premium sebenarnya mulai kembali ditemukan di sejumlah pasar. Kondisi itu diketahui dari pemantauan Satgas Pangan Polresta Malang Kota.
“Dari beberapa keliling ke pasar-pasar oleh Satgas Pangan Polresta, itu terpantau beras premium sudah mulai ada di pasar,” ucapnya.
Namun, ketersediaan tersebut belum serta merta membuat harga beras premium turun. Slamet menilai kondisi itu berkaitan dengan belum masuknya musim panen sehingga pasokan gabah belum melimpah.
“Nanti kalau sudah musim panen, gabah banyak, para pelaku usaha penggilingan padi mulai berproses, pelaku usaha beras juga mulai berproses,” ungkapnya.
Slamet berharap peningkatan pasokan gabah saat musim panen dapat membantu menekan harga beras di pasaran. Meski demikian, Slamet belum memastikan kapan harga beras premium akan kembali mendekati HET.
Selain beras SPHP, Slamet menyebut beras premium merek Befood dari Bulog mulai masuk ke pasaran. Beras premium merek Mewah juga sudah ditemukan di sejumlah pasar dan toko ritel meski jumlahnya masih terbatas.
“Sudah masuk di pasaran, tapi terbatas. Sudah masuk di beberapa ritel dan pasar,” katanya.
Terkait harga dan distribusi beras premium dari Bulog, Slamet mengarahkan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Bulog. Sementara itu, ketersediaan beras SPHP yang disebut masih cukup banyak perlu dicermati melalui data stok aktual dan pemerataan distribusinya di pasar Kota Malang.



