JATIMTIMES - Upaya memulihkan kepercayaan publik menjadi pekerjaan rumah bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai ini mengakui perlu kerja lebih keras untuk merangkul anak muda di tengah tantangan membangun kembali kepercayaan terhadap partai politik.
PKB tak hanya mengandalkan pendekatan kepada masyarakat. Pembenahan internal juga dilakukan melalui sistem digital untuk memantau kinerja anggota fraksi dan pengurus partai.
Ketua DPC PKB Kota Malang, Hikmah Bafaqih, menjelaskan partainya telah menerapkan aplikasi khusus untuk memantau kinerja anggota fraksi. Sistem tersebut memungkinkan evaluasi rutin sekaligus memberikan umpan balik setiap pekan.
Pengurus partai juga diwajibkan melaporkan aktivitas melalui aplikasi. Jika tidak membuat laporan selama tiga hari, sistem akan memberikan teguran sebagai bentuk pengawasan terhadap kinerja pengurus.
Menurut Hikmah, penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari perubahan pola kerja PKB. Seluruh aktivitas organisasi diarahkan agar lebih terukur, sehingga tanggung jawab kader tidak berhenti pada jabatan struktural.
Meski begitu, perubahan tersebut bukan tanpa tantangan. Hikmah mengakui sebagian pengurus masih harus beradaptasi dengan pola kerja yang menuntut kedisiplinan dan pelaporan secara berkala.
Bagi PKB, pembenahan organisasi harus berjalan seiring dengan upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat. Hikmah menegaskan, keberhasilan partai tidak semestinya hanya diukur dari perolehan kursi politik.
"Bahwa betapa kemudian nistanya kalau kursi itu kita peroleh bukan karena kebaikan, tapi karena sesuatu yang lain," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya politik kehadiran sebagai cara membangun hubungan langsung dengan masyarakat. Pendekatan tersebut dilakukan melalui komunikasi dengan berbagai kelompok, mulai dari pengasuh pesantren, elemen Nahdlatul Ulama (NU), pelaku UMKM, hingga guru dan lembaga pendidikan swasta.
PKB juga mendorong anggota fraksi untuk terlibat dalam forum dengar pendapat atau rapat dengar pendapat (RDP). Kehadiran anggota fraksi diharapkan tidak sekadar memenuhi agenda formal, tetapi menjadi pintu untuk menyerap persoalan masyarakat.
Hikmah menegaskan, setiap persoalan yang disampaikan masyarakat harus diperiksa dan ditindaklanjuti. Partai juga akan mengevaluasi apabila kader yang menerima amanah tidak menjalankan tindak lanjut tersebut.
Namun, pendekatan kepada kelompok masyarakat yang selama ini menjadi basis partai dinilai belum cukup. PKB masih menghadapi tantangan untuk membangun kedekatan dengan kelompok anak muda.
"Yang kedua, kita memang agak punya PR berat, tidak hanya PKB, tapi semua partai untuk merangkul anak muda," kata Hikmah.
Pengakuan tersebut menempatkan regenerasi pemilih sebagai salah satu tantangan penting bagi PKB. Partai tidak hanya perlu menjaga hubungan dengan konstituen yang sudah ada, tetapi juga membangun relevansi di mata generasi muda.
Di tengah tuntutan tersebut, digitalisasi kinerja dan politik kehadiran menjadi bagian dari upaya pembenahan PKB. Namun, keberhasilan langkah itu pada akhirnya bergantung pada sejauh mana perubahan internal benar-benar dirasakan masyarakat.



