JATIMTIMES - Pengukuhan kepengurusan baru DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang menjadi momentum untuk membenahi kepercayaan publik terhadap partai politik. Tantangan tersebut diakui bukan hanya dihadapi PKB, melainkan seluruh partai politik.
Ketua DPC PKB Kota Malang Hikmah Bafaqih menyebut, kepercayaan masyarakat terhadap partai politik beserta produk politiknya sedang mengalami penurunan. Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan aktivitas internal partai.
"Politik, partai-partai politik dan produk-produknya itu ada dalam titik yang paling rendah di sisi kepercayaan dari masyarakat. Termasuk PKB? Semuanya tanpa terkecuali. Kita semuanya partai politik enggak boleh jumawa," ujarnya usai pengukuhan struktur pengurus DPC PKB Kota Malang, Sabtu (17/10/2026) malam.
Pengukuhan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh di Kota Malang. Seperti Wali Kota Malang di beberapa periode sebelumnya, yakni Mochammad Anton dan Sutiaji serta Wali Kota Malang saat ini Wahyu Hidayat. Selain itu juga dihadiri unsur pimpinan dari seluruh partai politik di Kota Malang.
Menurut Hikmah, suasana positif dalam kegiatan internal partai belum tentu mencerminkan pandangan masyarakat di luar organisasi. Karena itu, pengurus baru perlu memastikan setiap langkah politik memiliki dampak nyata bagi publik.
"Kalau hari ini gegap gempita di dalam, itu belum tentu yang di luar juga seperti itu. Maka, kami harus memastikan kembali langkah-langkah yang lebih terukur," tegasnya.
Kepengurusan baru DPC PKB Kota Malang turut diisi sejumlah wajah baru. Ia menyebut, mereka memiliki kompetensi dan rekam jejak di tengah masyarakat. Kesediaan mereka bergabung dinilai menjadi kesempatan bagi partai untuk memperluas pengabdian melalui jalur politik.
"Kita berharap ini menjadi titik awal pengukuhan ini untuk kami bertambah energi, bertambah kepercayaan diri, dan optimisme untuk menyongsong kemenangan PKB di pemilu yang akan datang. Target kita menang," katanya.
Meski demikian, penambahan pengurus tidak serta-merta menyelesaikan persoalan kepercayaan publik. Hikmah menekankan, partai perlu membuktikan komitmennya melalui pelayanan dan tindak lanjut terhadap persoalan masyarakat.
Ia menyoroti kinerja anggota fraksi yang harus memiliki target dan langkah terukur. Pengawasan internal, menurutnya, juga diterapkan untuk memastikan para wakil rakyat menjalankan tanggung jawabnya.
PKB, lanjut Hikmah, telah menggunakan aplikasi untuk memantau kinerja anggota fraksi dan mengevaluasinya setiap pekan. Struktur kepengurusan juga menggunakan sistem pelaporan digital untuk memantau aktivitas organisasi.
"Jadi, kalau tiga hari saja kita enggak laporan, berarti kan tidak bergerak. Itu langsung ada teguran," ungkapnya.
Salah satu agenda yang akan dibenahi ialah pelaksanaan hari fraksi setiap Jumat. Hikmah mengakui, pelaksanaannya selama ini belum tertata sesuai harapan sehingga perlu dirancang ulang agar lebih efektif.
Ia tidak ingin kegiatan menerima aduan masyarakat sekadar menjadi aktivitas seremonial atau konten media sosial tanpa penyelesaian yang jelas.
"Saya enggak mau juga kita live TikTok, terima aduan, lalu tidak ditindaklanjuti. Itu hal yang paling kita hindari. Jadi, kalau terima aduan, harus ditindaklanjuti apa pun bentuknya dan harus ada feedback kepada yang mengadu," tegasnya.
Untuk memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat, Hikmah menyebut PKB telah menjalin komunikasi dengan pengasuh pesantren, elemen Nahdlatul Ulama (NU), pelaku UMKM, guru swasta, serta lembaga pendidikan umum dan madrasah.
Ia juga mewajibkan anggota fraksi hadir dalam kegiatan dengar pendapat atau rapat dengar pendapat (RDP) untuk menyerap persoalan masyarakat. Setiap aduan yang masuk diharapkan tidak berhenti pada pencatatan, tetapi berlanjut hingga proses penanganan.
Bagi Hikmah, upaya merebut kembali kepercayaan masyarakat tidak semestinya hanya berorientasi pada perolehan kursi dalam pemilu. Partai politik perlu menunjukkan bahwa mandat yang diperoleh merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Pekerjaan rumah lainnya ialah merangkul kalangan muda. Hikmah mengakui, upaya mendekatkan partai politik kepada generasi muda masih menjadi tantangan bagi PKB maupun partai politik lainnya.



