JATIMTIMES - Jumat, 16 Oktober 2026, jatuh pada pasaran Legi dalam kalender Jawa. Hari ini bertepatan dengan 5 Jumadilawal 1960 Ja, berada dalam Wuku Kulawu, dan memiliki weton Jumat Legi dengan jumlah neptu 11. Dalam kalender Hijriah, tanggal ini juga bertepatan dengan 5 Jumadilawal 1448 H.
Menurut primbon Jawa, orang yang lahir pada Jumat Legi dipercaya memiliki keberuntungan dalam urusan sandang dan pangan. Rezekinya digambarkan selalu ada sehingga kebutuhan hidup bisa tercukupi.
Meski begitu, perjalanan hidup seseorang tidak selalu berjalan mulus. Ada watak dan tantangan yang perlu diperhatikan, termasuk dalam urusan menjaga nama baik.
Pangarasan Jumat Legi adalah Aras Tuding. Sementara itu, Pancasudanya Satriya Wirang. Kedua perhitungan ini memberikan gambaran berbeda tentang peluang, kedudukan, dan cara seseorang menghadapi kehidupan.
Dalam primbon Jawa, Aras Tuding menggambarkan seseorang yang kerap mendapat kepercayaan atau ditunjuk untuk menangani urusan tertentu. Kesempatan tersebut bisa datang dari lingkungan kerja, organisasi, maupun pergaulan.
Pemilik weton Jumat Legi dipercaya memiliki peluang menduduki jabatan tertentu atau menempati posisi strategis. Penunjukan itu bisa menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman baru.
Namun, ada sisi lain dari Aras Tuding. Orang dengan pangarasan ini juga dipercaya berpotensi menjadi sasaran tudingan negatif. Karena itu, sikap dan tindakan perlu dijaga, terutama ketika mendapat tanggung jawab yang melibatkan banyak orang.
Sementara itu, Pancasuda Satriya Wirang menggambarkan pribadi yang luhur budinya, tetapi kerap menghadapi keadaan yang membuatnya malu atau dipermalukan orang lain. Kondisi tersebut bisa membuat wibawanya dipandang kurang kuat, meskipun sebenarnya memiliki niat baik.
Dalam kehidupan sehari-hari, gambaran ini mengingatkan Jumat Legi agar tidak mudah terpancing oleh perkataan orang lain. Menjaga sikap, bertindak dengan pertimbangan matang, dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan bisa membantu seseorang menghadapi persoalan dengan lebih baik.
Jumat Legi, 16 Oktober 2026, berada dalam Wuku Kulawu yang dilambangkan dengan Bathara Sadana. Dalam kepercayaan primbon Jawa, wuku ini menggambarkan karakter yang kukuh, berkepribadian kuat, dan memiliki banyak keberuntungan.
Salah satu lambangnya adalah air di dalam tempayan yang berada di bagian depan. Simbol ini dikaitkan dengan kecerdasan dan kebijaksanaan yang membawa keberuntungan. Meski demikian, ada peringatan agar seseorang tidak membiarkan sisi negatif menguasai dirinya.
Wuku Kulawu juga memiliki lambang gedhong di bagian depan. Gambaran ini berkaitan dengan sifat senang memamerkan apa yang dimiliki, tetapi juga menunjukkan kemurahan hati. Hanya saja, kebaikan yang diberikan terkadang belum sepenuhnya lepas dari keinginan mendapat pengakuan.
Lambang burung nuri menjadi pengingat lain. Dalam primbon, simbol tersebut dikaitkan dengan kebiasaan boros sehingga harta yang terkumpul bisa cepat habis. Karena itu, Jumat Legi perlu belajar mengatur pengeluaran, sekalipun rezeki dipercaya selalu ada.
Selain itu, ada juga gambaran tentang sikap rela membantu tanpa pamrih. Sifat ini tentu menjadi nilai positif, tetapi tetap perlu diimbangi, agar kebaikan tidak dimanfaatkan orang lain atau justru menimbulkan kerugian.
Wuku Kulawu juga memuat simbol membelakangi senjata tajam. Maknanya, seseorang cenderung tidak langsung mengambil keputusan dan baru menentukan sikap setelah melalui berbagai pertimbangan.
Sementara itu, gambaran seperti bun yang menetes di sendang atau mata air melambangkan perjalanan hidup yang berangsur membaik. Kehidupan yang awalnya serba kekurangan dipercaya dapat berkembang menuju keadaan yang lebih sejahtera.
Dalam urusan asmara, Wuku Kulawu dikaitkan dengan hubungan yang bisa bertahan lama. Lambang burung dewata yang bergerombol atau berpasangan menggambarkan kesetiaan dalam menjalin cinta.
Adapun bahaya dalam wuku ini dilambangkan dengan gigitan ular. Kala berada di arah utara sehingga, menurut primbon, perjalanan jauh ke arah tersebut untuk urusan yang sangat penting sebaiknya dihindari selama tujuh hari.
Ada hal menarik dalam perhitungan Jumat Legi yang jatuh pada Wuku Kulawu. Hari ini dipercaya baik untuk kegiatan bercocok tanam. Menurut primbon Jawa, tanaman yang ditanam pada waktu ini diyakini dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen yang menggembirakan.
Secara umum, Jumat Legi dalam Wuku Kulawu juga dinilai membawa keberuntungan untuk berbagai urusan keduniaan.
Pemilik weton Jumat Legi dipercaya cocok menekuni pekerjaan yang berkaitan dengan pendidikan, pelayanan, kegiatan sosial, hingga usaha mandiri. Seperti bidang pendidikan dan pelayanan publik, misalnya guru, dosen, pengajar, atau konsultan.
Bidang sosial dan kesehatan juga dinilai sesuai dengan gambaran karakter Jumat Legi. Seperti profesi pekerja sosial, perawat, bidan, atau konselor.
Dalam urusan asmara, weton Jumat Legi memiliki neptu 11. Berdasarkan salah satu perhitungan primbon Jawa, pemilik weton ini dinilai cocok dengan pasangan yang memiliki jumlah neptu 8, 13, atau 18.
Beberapa weton yang masuk dalam hitungan tersebut antara lain Kamis Legi, Minggu Kliwon, Sabtu Pahing, Selasa Legi, dan Sabtu Wage.



