JATIMTIMES - Korban meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur bertambah menjadi empat orang. Tiga korban merupakan petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sedangkan satu lainnya pekerja hotel di kawasan Bromo.
Bupati Probolinggo Muhammad Haris mengatakan, tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian saat berupaya memadamkan api. Sementara satu korban lainnya meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas.
"Tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian saat memadamkan kebakaran dan satu korban meninggal saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas," kata Haris, dikutip Antara, Jumat (16/10/2026).
Empat korban meninggal dunia tersebut adalah Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Hendra Rony yang merupakan petugas TNBTS, serta Sefriel Ardiansyah, pekerja hotel di Artotel Bromo.
Sementara itu, dua korban luka bakar, yakni Munawi dan Suraji, dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Mudah-mudahan kedua relawan tersebut dapat ditangani dengan baik dan kondisinya bisa membaik. Pengobatan sepenuhnya akan ditanggung Pemkab Probolinggo dan tentunya berkoordinasi dengan pihak TNBTS," tutur Haris.
Haris menjelaskan, awalnya ada 12 orang yang berangkat membantu memadamkan karhutla. Tim tersebut menjalankan tugas sesuai prosedur operasional standar (SOP). Namun, api yang meluas dan perubahan arah angin secara cepat membuat rombongan terpisah.
Enam orang kemudian terjebak di area kebakaran. Peristiwa itu terjadi saat petugas gabungan berupaya memadamkan api di kawasan Mentigen dan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, sekitar pukul 13.30 WIB.
Kebakaran pada Kamis (15/10/2026) dilaporkan terjadi di dua titik, yakni Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, yang berada di wilayah Sukapura. Pusung Lingker terletak di sebelah timur Mentigen.
Menurut Haris, karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sudah berulang kali terjadi, bahkan hampir setiap tahun. Namun, kejadian sebelumnya belum pernah menimbulkan korban jiwa seperti kali ini.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas gugurnya petugas dan relawan saat menjalankan tugas pemadaman. Haris menambahkan, penanganan karhutla dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas.
"Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama pribadi dan Pemkab Probolinggo untuk relawan yang meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran di Gunung Bromo," kata Haris.



