JATIMTIMES - Kamis, 15 Oktober 2026, bertepatan dengan pasaran Kliwon dalam penanggalan Jawa. Hari ini jatuh pada 4 Jumadilawal 1960 Ja dan berada dalam Wuku Kulawu.

Weton Kamis Kliwon memiliki jumlah neptu 16. Sedangkan dalam kalender Hijriah bertepatan dengan 4 Jumadilawal 1448 H.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton menjadi salah satu rujukan untuk membaca watak, perjalanan hidup, pekerjaan, hingga kecocokan pasangan. Perhitungan tersebut mengacu pada primbon Jawa yang memadukan hari lahir, pasaran, neptu, pangarasan, pancasuda, dan wuku.

Orang yang lahir pada Kamis Kliwon dikenal memiliki pembawaan luwes dalam bertindak. Pemilik weton ini dipercaya mudah menyesuaikan diri dengan keadaan, dihormati banyak orang, serta disenangi oleh sanak saudara.

Sikap yang mudah diterima lingkungan menjadi salah satu kelebihan Kamis Kliwon. Dalam pergaulan, kemampuan menempatkan diri dapat membantu membangun hubungan baik dengan orang lain, baik dalam keluarga maupun pekerjaan.

Namun, gambaran watak dalam primbon tidak berhenti pada hubungan sosial. Pangarasan dan pancasuda turut memberikan penafsiran mengenai cara seseorang menghadapi kehidupan, bekerja, serta menyikapi berbagai persoalan.

Pangarasan weton Kamis Kliwon adalah Lakuning Banyu. Dalam primbon Jawa, sifat ini diibaratkan seperti air yang terus mengalir menuju tempat yang lebih rendah.

Pemilik pangarasan Lakuning Banyu dipercaya memiliki pembawaan tenang dan mampu membaca keadaan sebelum bertindak. Dalam menghadapi persoalan, mereka cenderung mempertimbangkan langkah yang akan diambil agar tidak salah menentukan arah.

Sifat tersebut juga dikaitkan dengan kemampuan merencanakan sesuatu secara matang. Dalam urusan pekerjaan maupun keuangan, perencanaan menjadi bekal untuk menentukan prioritas dan memanfaatkan peluang yang tersedia.

Lakuning Banyu juga memiliki makna mampu menemukan jalan untuk memperoleh rezeki. Pemilik weton ini dipercaya dapat menyesuaikan diri dengan keadaan dan mencari peluang sesuai situasi yang dihadapi.

Meski demikian, perencanaan yang baik tetap perlu diimbangi dengan keberanian mengambil keputusan. Terlalu lama mempertimbangkan berbagai kemungkinan justru bisa membuat kesempatan terlewat.

Kamis Kliwon memiliki Pancasuda Bumi Kapetak. Dalam penafsiran primbon Jawa, karakter ini menggambarkan pribadi yang pekerja keras, mampu bertahan menghadapi penderitaan, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Pemilik pancasuda ini juga dikenal menyukai kerapian dan kebersihan. Ketelitian dalam menjaga lingkungan maupun menyelesaikan pekerjaan menjadi salah satu karakter yang menonjol.

Di balik ketangguhannya, Bumi Kapetak memiliki sisi yang perlu diwaspadai. Pemilik weton ini dipercaya cenderung menyimpan kekecewaan dan dapat menjadi pendendam ketika merasa disakiti.

Selain itu, kebaikan yang dilakukan terkadang tidak terlihat oleh orang lain. Kerja keras dan pengorbanan yang diberikan belum tentu mendapat pengakuan sesuai harapan.

Karena itu, perlu belajar mengelola emosi dan mengungkapkan perasaan secara sehat menjadi. Sikap lapang dada juga diperlukan agar kekecewaan tidak terus terbawa dalam hubungan dengan orang lain.

Kamis Kliwon 15 Oktober 2026 berada dalam Wuku Kulawu yang dilambangkan dengan Bathara Sadana. Dalam tradisi primbon Jawa, wuku ini menggambarkan pribadi yang kukuh, memiliki kepribadian kuat, dan dipercaya membawa keberuntungan.

Salah satu simbol Wuku Kulawu adalah air di dalam tempayan yang berada di bagian depan. Lambang ini berkaitan dengan kecerdasan, kebijaksanaan, dan peluang memperoleh keberuntungan. Namun, ada juga peringatan agar seseorang mampu mengendalikan sisi gelap dalam dirinya.

Simbol gedhong di bagian depan menggambarkan sifat senang memamerkan sesuatu yang dimiliki. Di sisi lain, lambang ini juga berkaitan dengan kemurahan hati, meskipun terkadang pemberian yang dilakukan belum sepenuhnya ikhlas.

Wuku Kulawu juga memiliki lambang burung nuri yang dikaitkan dengan sifat boros. Pengeluaran yang tidak terkontrol dapat membuat hasil kerja cepat habis. Oleh sebab itu, weton ini perlu belajar mengatur keuangan agar penghasilan dapat dimanfaatkan secara bijak.

Ada pula gambaran tentang sikap rela tanpa pamrih. Sifat ini dapat menjadi kelebihan ketika seseorang bersedia membantu tanpa mengharapkan imbalan. Namun, primbon mengingatkan agar kebaikan tetap disertai pertimbangan yang matang sehingga tidak berujung merugi dan serakah.

Simbol membelakangi senjata tajam menggambarkan kecenderungan lambat dalam mengambil keputusan. Seseorang mungkin membutuhkan waktu lebih panjang untuk menentukan sikap sebelum akhirnya bertindak.

Sementara itu, gambaran seperti bun yang menetes di sendhang atau mata air dimaknai sebagai perjalanan hidup yang berangsur membaik. Kehidupan yang awalnya miskin dipercaya dapat berkembang menjadi lebih berkecukupan, bahkan mencapai kemakmuran.

Dalam urusan asmara, Wuku Kulawu digambarkan memiliki kecenderungan menjaga hubungan cinta dalam waktu lama. Simbol burung dewata yang bergerombol atau berpasangan dikaitkan dengan kelanggengan hubungan.

Adapun bahaya dalam Wuku Kulawu dilambangkan dengan gigitan ular. Kala berada di arah utara. Berdasarkan kepercayaan primbon, perjalanan jauh ke arah utara untuk urusan yang sangat penting sebaiknya dihindari selama tujuh hari.

Dalam perhitungan primbon Jawa, Kamis Kliwon yang jatuh pada Wuku Kulawu termasuk hari yang sangat buruk untuk bepergian. Dalam perjalanan, dipercaya akan ada musuh atau hambatan yang menghadang di perjalanan. Bahkan, seseorang diibaratkan dapat mengalami serangan hingga terjatuh tanpa mampu memberikan perlawanan.

Meski demikian, hari ini memiliki peruntukan lain yang dinilai baik, yakni menyimpan padi di lumbung. Dalam tradisi masyarakat agraris Jawa, kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga hasil panen agar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada waktu mendatang.

Dengan neptu 16, pemilik weton Kamis Kliwon dipercaya cocok menekuni pekerjaan yang membutuhkan kemampuan komunikasi, tanggung jawab, dan ketekunan. Seperti di bidang pendidikan dan pelatihan dapat menjadi pilihan. Profesi guru, dosen, atau instruktur dinilai sesuai karena membutuhkan kemampuan menyampaikan pengetahuan, kesabaran, dan keterampilan berkomunikasi.

Dalam urusan asmara, Kamis Kliwon memiliki jumlah neptu 16. Berdasarkan salah satu perhitungan kecocokan pasangan dalam primbon Jawa, weton ini dinilai cocok dengan calon pasangan yang memiliki neptu 8, 13, atau 18. Beberapa weton yang masuk dalam perhitungan tersebut antara lain Senin Pahing, Kamis Legi, Sabtu Wage, Senin Wage, dan Sabtu Pahing.