JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi mendorong seluruh pengurus dan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Brawijaya (Hipmi PT UB) yang dinakhodai Achmed Fathan Syauqi untuk dapat mengubah potensi lokal yang ada di Kabupaten Malang sebagai ladang terbukanya peluang usaha baru dan lapangan pekerjaan. 

Menurut Sanusi, pengurus dan anggota Hipmi PT UB yang diisi generasi muda progresif ini harus melangkah maju dengan gebrakan-gebrakan konkret untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Mulai dari mengolah potensi lokal menjadi bisnis yang bernilai tambah; memperkuat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM); serta membuka lapangan pekerjaan. 

Sanusi menyebut, Kabupaten Malang memiliki modal ekonomi yang beragam untuk dikembangkan menjadi peluang bisnis berkelanjutan. Di antaranya, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri pengolahan, UMKM, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Semua sektor yang ada di Kabupaten Malang itu menawarkan ruang bagi pengusaha muda untuk menghadirkan inovasi sekaligus memperluas aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun, potensi tersebut membutuhkan kreativitas, keberanian mengambil peluang dan kemampuan membaca kebutuhan pasar. Sanusi mengatakan, pengusaha muda juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta membangun usaha yang profesional agar dapat bersaing di tengah dinamika ekonomi global.

"Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,92 persen. Capaian ini menjadi modal yang baik untuk menjaga momentum pertumbuhan pada tahun 2026. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut semakin berkualitas, inklusif dan dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkap Sanusi.

Pejabat publik yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha sejak muda ini mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerah perlu berjalan seiring dengan terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang. Karena itu, kehadiran Hipmi PT UB diharapkan mampu mempertemukan kreativitas generasi muda dengan kebutuhan nyata pelaku usaha lokal.

Salah satu peluang yang dapat dikerjakan yakni meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan Kabupaten Malang. Hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, misalnya, dapat dikembangkan melalui inovasi pengolahan produk, penguatan merek, serta strategi pemasaran digital yang menjangkau konsumen lebih luas.

Di sektor UMKM, pengusaha muda juga diharapkan berperan dalam memperluas jaringan pemasaran dan membangun kemitraan usaha. Menurut Sanusi, langkah ini penting agar pelaku usaha kecil tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan bisnis baru, tetapi turut memperoleh manfaat melalui rantai pasok, distribusi, maupun pengembangan produk.

Sanusi menegaskan, Pemkab Malang memandang Hipmi atau secara khusus Hipmi PT UB dapat menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat diperlukan agar potensi daerah dapat dikelola secara optimal.

"Pemerintah Kabupaten Malang membuka ruang kolaborasi bagi Hipmi untuk berkontribusi melalui pengembangan kewirausahaan, pendampingan UMKM, perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem investasi dan ekonomi digital," jelas Sanusi.

Lebih lanjut, Sanusi menyebut, semangat organisasi perlu diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, memiliki target, serta dapat diukur keberhasilannya. Dengan demikian, kemitraan antara Pemkab Malang dan Hipmi PT UB tidak berhenti pada komunikasi maupun kegiatan seremonial. 

"Kerja sama tersebut diharapkan menghasilkan inisiatif yang memberikan manfaat langsung, baik melalui bertambahnya wirausaha baru, meningkatnya kapasitas UMKM, meluasnya akses pasar, maupun terciptanya lapangan kerja," kata Sanusi. 

Pihaknya juga turut mendorong Hipmi PT UB memperkuat keberpihakan terhadap ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM Kabupaten Malang sebagai mitra usaha. Pendekatan ini diharapkan membangun ekosistem bisnis yang saling mendukung, sehingga perkembangan perusahaan baru juga membuka kesempatan bagi usaha kecil untuk tumbuh bersama.

Pasalnya, di tengah percepatan digitalisasi dan persaingan pasar, pengusaha muda dinilai memiliki peluang besar untuk menghadirkan model bisnis inovatif. Tetapi, keberhasilan tidak cukup diukur dari banyaknya usaha yang dirintis. 

"Kemampuan mempertahankan bisnis, meningkatkan daya saing produk, menyerap tenaga kerja dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat juga menjadi bagian penting dari kontribusi kewirausahaan," pungkas Sanusi.