JATIMTIMES – Penataan struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dipastikan kembali mengalami penundaan. Agenda mutasi jabatan yang semula dijadwalkan bergulir pada Agustus lalu kini bergeser hingga pertengahan Oktober 2026. Padahal, beberapa posisi pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah masih (SKPD) kosong.

Kondisi tersebut membuat sejumlah instansi strategis seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Diskumperindag, BKPSDM, Satpol PP, Sekwan, BKAD, hingga DP3AP2KB saat ini masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Alfi Nurhidayat menegaskan bahwa penundaan pelantikan ini terjadi karena proses pemilahan figur dilakukan secara selektif demi menjaga mutu pelayanan publik.

"Lebih baik agak terlambat daripada salah menempatkan orang. Penempatan jabatan ini berdampak langsung kepada masyarakat, jadi kami harus memastikan orang yang dipilih benar-benar mampu mengawal visi misi Pak Wali dan Pak Wawali," ujar Alfi Nurhidayat, belum lama ini.

Alfi membeberkan bahwa pengisian jabatan tidak dilakukan secara serentak guna menekan risiko efek domino di tingkat instansi bawah.

Pemkot Batu menargetkan pengisian delapan posisi Eselon II yang kosong dapat rampung sebelum peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu pada 17 Oktober 2026, sementara mutasi gelombang kedua direncanakan pada akhir tahun.

Alfi juga membantah rumor yang menyebutkan keterlambatan mutasi disebabkan oleh minimnya SDM berkualitas di Pemkot Batu, melainkan semata-mata karena koordinasi ketat bersama BKN.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Batu Nurochman mengingatkan agar jajaran ASN tidak sekadar menunggu promosi jabatan. Ia menekankan agar persiapan tersebut diimbangi peningkatan kapasitas dan pemahaman fungsi organisasi.

"Paling penting menempatkan pejabat sesuai kebutuhan organisasi dan kompetensinya, dan tidak dipungkiri proses ini yang memerlukan kecermatan tinggi," tegas Nurochman, terpisah.