JATIMTIMES – Di balik bayang-bayang ancaman musim kemarau yang kerap menyusutkan ketersediaan pakan hijau, geliat peternak sapi perah di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu justru menunjukkan ketahanannya. Kawasan yang dikenal sebagai sentra penghasil susu terbesar di Kota Batu ini terus berinovasi demi memastikan produktivitas dan kualitas gizi susu perah harian tidak merosot.
Di bawah naungan Koperasi Margo Makmur Mandiri, para peternak memadukan pengelolaan wisata edukasi mandiri dengan strategi penyiapan pakan alternatif yang terukur.
Guna menjaga ketahanan pakan di tengah ancaman kekeringan, peternak menerapkan kombinasi penggunaan pakan konsentrat olahan dengan pakan hijauan yang ditanam secara terencana di area persawahan.
Ketua Koperasi Susu Margo Makmur Mandiri M. Munir menjelaskan bahwa penanaman rumput gajah sengaja dipusatkan di area sawah agar sistem pengairan atau dilep dapat dimanfaatkan secara maksimal saat debit air menipis.
"Kami menanam rumput gajah di area sawah agar pasokan air tetap dapat terjangkau melalui sistem pengairan. Selain itu, kami menjalin kemitraan strategis dengan Perhutani," ujar Munir saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Munir membeberkan bahwa kerja sama tersebut memberikan akses bagi peternak untuk menanam pakan hijauan di sebagian lahan Perhutani dengan kompensasi ikut merawat tanaman peneduh milik negara.
Selain ketersediaan lahan pakan, penyesuaian pola konsumsi harian sapi juga diterapkan secara presisi untuk merespons dinamika perubahan iklim.
Saat musim kemarau, komposisi pakan diubah menjadi 60 hingga 65 persen konsentrat dan 35 hingga 40 persen hijauan, sementara pada musim hujan porsi hijauan akan ditingkatkan kembali.
Meskipun biaya pakan mengalami kenaikan saat kemarau, para peternak berkomitmen mempertahankan pakan berkualitas murni berupa tebon jagung dan rumput gajah tanpa bahan campuran berbahaya.
"Sebaliknya ketika memasuki musim hujan, porsi ini akan diputar balik. Yang pasti pasokan pakan sapi perah dipastikan tetap aman dan mencukupi sepanjang musim kemarau ini," tegas Munir.



