JATIMTIMES - Cara seseorang mengawali pagi ternyata dapat memengaruhi bagaimana mereka menjalani aktivitas sepanjang hari. Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang sering dikaitkan dengan orang yang memiliki kemampuan kognitif tinggi.

Bukan sekadar soal bangun pagi, kebiasaan tersebut juga berkaitan dengan cara seseorang mengatur waktu, menjaga fokus, hingga memberikan kesempatan bagi otak untuk bekerja tanpa terlalu banyak gangguan.

Dirangkum dari Your Tango, berikut sejumlah kebiasaan pagi yang disebut kerap dilakukan orang dengan IQ tinggi.

1. Bangun Lebih Awal

Bangun lebih pagi menjadi salah satu kebiasaan yang banyak dikaitkan dengan orang-orang yang memiliki kecerdasan tinggi. Waktu tambahan di pagi hari dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri sebelum menjalani berbagai aktivitas.

Sejumlah penelitian juga menemukan adanya hubungan antara kebiasaan bangun pagi dan kemampuan verbal yang lebih baik. Selain itu, menjaga waktu tidur dan bangun secara konsisten dapat membantu seseorang memperoleh istirahat yang lebih berkualitas.

Sementara itu, studi dari Stanford Medicine menyebutkan bahwa kebiasaan tidur terlalu larut dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih buruk. Begadang juga dapat mengganggu pola istirahat dan membuat seseorang memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir berlebihan yang berpotensi memicu kecemasan.

Karena itu, tidur lebih awal dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari dapat menjadi bagian dari rutinitas pagi yang lebih sehat.

2. Tidak Langsung Mengecek Ponsel

Begitu membuka mata, sebagian orang memiliki kebiasaan langsung mengambil ponsel untuk melihat media sosial, pesan, email, maupun berita terbaru.

Namun, kebiasaan tersebut justru dihindari oleh orang yang ingin memulai pagi dengan lebih tenang. Mereka memilih memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk benar-benar terjaga sebelum menerima berbagai informasi dari layar.

Salah satu studi yang diterbitkan dalam PLOS One menemukan bahwa penggunaan layar, terutama menjelang waktu tidur, dapat berkaitan dengan terganggunya jadwal dan kualitas tidur.

Kebiasaan mengawali hari dengan ponsel juga membuat otak langsung berhadapan dengan berbagai informasi dan rangsangan. Karena itu, menunda membuka ponsel selama beberapa waktu setelah bangun dapat menjadi pilihan untuk menjaga fokus dan memulai hari dengan lebih sadar.

3. Menikmati Suasana Hening

Pagi hari yang tenang bisa menjadi kesempatan untuk beristirahat sejenak dari berbagai kesibukan. Orang dengan kemampuan kognitif tinggi disebut cenderung dapat menikmati waktu tersebut untuk berpikir dan menata diri.

Mereka tidak selalu merasa harus mengisi setiap menit dengan aktivitas. Secangkir kopi atau teh sambil menikmati suasana pagi dapat menjadi momen untuk mempersiapkan pikiran sebelum menjalani rutinitas.

Mengutip studi yang diterbitkan dalam British Journal of Intelligence, kemampuan menikmati kesendirian juga berkaitan dengan keterbukaan pikiran dan kemampuan mengelola emosi.

Bagi sebagian orang, suasana hening justru memberikan ruang untuk memproses berbagai pikiran dan perasaan. Momen ini juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan refleksi maupun memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri.

4. Tidak Melewatkan Sarapan

Kesibukan pada pagi hari terkadang membuat seseorang memilih melewatkan sarapan. Padahal, makanan pada awal hari dapat menjadi bagian penting untuk mendukung kebutuhan energi sebelum menjalani aktivitas.

Orang yang memiliki rutinitas teratur cenderung berusaha menyediakan waktu untuk sarapan. Dengan begitu, mereka tidak perlu terburu-buru memulai aktivitas dalam kondisi lapar.

Sarapan juga dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih teratur. Agar tidak kehilangan waktu untuk makan pagi, seseorang bisa mengatur jadwal tidur pada malam sebelumnya sehingga waktu istirahat tetap cukup.

Dengan pola tersebut, waktu tidur dan sarapan dapat sama-sama terpenuhi tanpa harus mengorbankan salah satunya.

5. Melakukan Aktivitas yang Mengasah Otak

Pagi hari juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas yang memberikan tantangan bagi otak. Misalnya membaca buku, mempelajari sesuatu yang baru, menulis, mengerjakan teka-teki, atau menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Kebiasaan tersebut membuat pagi tidak hanya diisi dengan rutinitas, tetapi juga memberikan kesempatan bagi seseorang untuk melatih kemampuan berpikir.

Orang dengan IQ tinggi umumnya dikenal menyukai tantangan intelektual. Karena itu, mereka dapat memilih mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi ketika pikiran masih relatif segar.

Salah satu studi yang diterbitkan dalam jurnal Social Science & Medicine juga mengaitkan kebiasaan membaca dengan gaya hidup yang lebih tenang, sehat, dan terencana. Membaca selama sekitar 30 menit sehari dapat menjadi salah satu aktivitas sederhana untuk mengisi waktu sekaligus memberikan stimulasi bagi otak.

Pada akhirnya, kebiasaan pagi tersebut bukan berarti menjadi ukuran pasti seseorang memiliki IQ tinggi. Setiap orang mempunyai pola hidup dan kebutuhan yang berbeda. Namun, membangun rutinitas pagi yang teratur, tenang, serta memberi ruang untuk menjaga kesehatan fisik dan mental tetap dapat memberikan manfaat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.