JATIMTIMES - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Malang atau Matsanewa terus memperkuat pembenahan infrastruktur untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang semakin representatif bagi guru, tenaga kependidikan, maupun siswa.
Renovasi Ruang Guru Matsanewa yang telah rampung menjadi salah satu bagian dari agenda tersebut. Pembenahan dilakukan untuk menghadirkan ruang kerja yang lebih nyaman, sekaligus mendukung aktivitas guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Ruang guru yang sebelumnya membutuhkan pembenahan kini hadir dengan kondisi yang lebih representatif. Namun, perubahan tersebut tidak dipandang semata-mata sebagai peningkatan fisik bangunan.
Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd., menempatkan pembenahan fasilitas sebagai bagian dari kebutuhan madrasah dalam menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang lebih mendukung.
“Sarana kerja yang makin nyaman ini hendaknya diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan dedikasi. Ruang guru baru harus membawa energi baru bagi kita semua untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik,” tegas Erni.
Menurutnya, fasilitas yang lebih baik harus diikuti dengan perubahan positif dalam kinerja. Kenyamanan ruang kerja diharapkan mampu memberikan energi baru bagi guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, serta kualitas pelayanan pendidikan kepada siswa.
Arah pembenahan fasilitas itu juga berjalan beriringan dengan evaluasi terhadap kondisi internal madrasah. Dalam momentum tasyakuran rampungnya renovasi Ruang Guru Matsanewa pada Jumat (2/10/2026), Ketua Penjamin Mutu Madrasah (PMM), Umargiono, M.Pd., menyampaikan hasil Evaluasi Diri Madrasah (EDM).
Hasil EDM menjadi salah satu bahan bagi madrasah untuk melihat capaian yang telah diperoleh sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian yang masih membutuhkan penguatan. Melalui evaluasi berbasis data tersebut, kebutuhan pengembangan madrasah dapat dipetakan secara lebih terukur. Dengan demikian, pembenahan sarana dan prasarana dapat diarahkan sesuai kebutuhan, bukan hanya berdasarkan perubahan tampilan fisik.
Pembenahan fasilitas, menurut Erni, memiliki hubungan erat dengan target peningkatan mutu. Infrastruktur yang baik perlu diikuti kualitas sumber daya manusia yang menggunakannya.
Ruang kerja yang semakin nyaman, misalnya, diharapkan menghasilkan produktivitas dan inovasi yang semakin kuat dari guru dan tenaga kependidikan. Demikian pula fasilitas siswa harus mampu memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran dan aktivitas pengembangan diri mereka.
Erni menegaskan, peningkatan fasilitas harus dibarengi tanggung jawab untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada siswa.
“Yang paling penting bukan hanya ruangnya menjadi lebih bagus, tetapi bagaimana fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kita kepada siswa,” ujarnya.
Selain melakukan pembenahan pada fasilitas internal, MTsN 1 Kota Malang sebelumnya juga telah melakukan penataan ulang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) beserta infrastruktur pendukungnya.
Penataan PTSP tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Renovasi yang dilakukan bukan sekadar memperbarui tampilan fisik, tetapi menjadi bagian dari strategi membangun sistem layanan yang lebih cepat, terintegrasi, inklusif, sekaligus memperkuat budaya integritas dalam penyelenggaraan pelayanan.
PTSP yang baru nantinya menjadi pintu utama seluruh pelayanan administrasi. Setiap tamu, mulai dari orang tua siswa, masyarakat, hingga mitra kerja, akan dilayani melalui satu pusat layanan sehingga proses administrasi berlangsung lebih tertib, efektif, dan mudah dipantau.
Erni mengatakan, pembenahan PTSP merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
“Ada konsep baru di madrasah yang memang mengedepankan keterpaduan layanan, sehingga PTSP menjadi pusat layanan. Semua tamu, mulai dari yang datang melalui pos penjagaan hingga masyarakat umum, akan kami layani melalui PTSP,” ujarnya saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Penataan PTSP juga tidak hanya berorientasi pada kemudahan akses layanan. Madrasah turut memperhatikan aspek inklusivitas dengan menyiapkan fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas maupun kelompok rentan.
“Kami memfasilitasi teman-teman difabel sehingga meskipun memiliki keterbatasan, mereka tetap nyaman dan tetap kami layani di madrasah,” kata Erni.
Sebagai bagian dari pemenuhan standar pelayanan publik, kawasan PTSP dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang laktasi, area bermain anak, toilet ramah difabel, hingga ruang tunggu yang lebih nyaman.
Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk meningkatkan kualitas pengalaman masyarakat ketika mengakses layanan di lingkungan madrasah.
Dengan penataan PTSP tersebut, pembenahan MTsN 1 Kota Malang tidak hanya menyentuh aspek ruang kerja dan fasilitas pendidikan, tetapi juga menyasar kualitas interaksi madrasah dengan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan infrastruktur di MTsN 1 Kota Malang diarahkan untuk mendukung tiga kebutuhan sekaligus, yakni menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik, menunjang proses pendidikan siswa, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin tertib, inklusif, dan berkualitas.
Dengan demikian, renovasi Ruang Guru Matsanewa dan penataan PTSP menjadi bagian dari agenda pembenahan yang lebih luas di MTsN 1 Kota Malang. Pembenahan fisik tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk mendorong peningkatan kinerja, mutu pendidikan, dan kualitas pelayanan madrasah kepada masyarakat.




