JATIMTIMES - Hariyadi terpilih dan dilantik sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuwangi periode 2026-2029 dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) V PWI Banyuwangi yang digelar di Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Sabtu (3/10/2026).
Dalam tahapan pemungutan suara yang diikuti oleh 40 anggota PWI Banyuwangi, Hariyadi mampu memperoleh 21 suara atau 50 persen lebih.
Dalam pemilihan tersebut, Wartawan Kabar Rakyat tersebut mengungguli dua kandidat lainnya, yaitu; Deddy Jumhardiyanto meraih 12 suara dan Gatut Imawan Herusustyo yang mendapatkan 6 suara.
Ketua dan pengurusan PWI Banyuwangi periode 2026-2029 dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua PWI Jawa Timur (Jatim) Lutfil Hakim.
Prosesi pelantikan dihadiri dan disaksikan oleh Bupati Banyuwangi yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono dan jajaran Forkopimda, serta sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa dan organisasi pers.
Dari organisasi profesi terlihat hadir; Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banyuwangi Syamsul Arifin yang akrab disapa Bono dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banyuwangi Ikhwan Muhammad.
Dalam menjalankan roda organisasi dan kepengurusan, Hariyadi didampingi Bagus Rio Rohman sebagai Sekretaris PWI Banyuwangi dan Suhaili (Ilex) sebagai Bendahara.
Setelah acara pelantikan dan pengukuhan, Hariyadi menyampaikan sejumlah agenda yang akan menjadi perhatian PWI Banyuwangi selama masa kepemimpinannya.
Salah satunya adalah memperkuat organisasi agar mampu menghadapi perubahan industri media di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurut Hariyadi, perubahan pola konsumsi informasi menghadirkan tantangan bagi wartawan, terutama dalam menjaga kredibilitas, independensi, kompetensi dan kesejahteraan profesi.
Karena itu, dia ingin menjadikan PWI Banyuwangi sebagai wadah yang dapat memberikan ruang pengembangan kompetensi sekaligus perlindungan bagi wartawan dalam menjalankan profesi.
“PWI harus diposisikan kembali sebagai rumah besar yang nyaman bagi seluruh wartawan anggota PWI. Tempat di mana perlindungan hukum ditegakkan, kompetensi diasah secara berkala, dan integritas dijunjung tinggi,” tambah Hariyadi.
Dia membawa visi menjadikan PWI Banyuwangi sebagai organisasi profesi yang kuat, profesional, bermartabat, dan berdaya saing.
Untuk mencapai visi tersebut, penguatan kebersamaan internal dan transparansi organisasi menjadi salah satu perhatian dalam kepengurusan baru.
PWI Banyuwangi juga akan mendorong peningkatan kapasitas wartawan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan jurnalistik yang menyesuaikan perkembangan teknologi serta ekosistem media.
Selain peningkatan kompetensi, Hariyadi menekankan pentingnya menjaga integritas dan independensi pers.
Dia menegaskan dalam menjalankan tugas dan kewajiban, semua anggota PWI Banyuwangi akan berpegang pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta peraturan organisasi.
Perlindungan hukum bagi wartawan yang menghadapi intimidasi atau persoalan ketika menjalankan tugas-tugas jurnalistik juga menjadi salah satu agenda yang ditekankan dalam kepengurusan periode 2026-2029.
Di sisi lain, PWI Banyuwangi juga diarahkan untuk membangun kemitraan dengan pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat dan para pihak dalam mendukung pembangunan dan kemajuan daerah.
Kemitraan tersebut, menurut Hariyadi, tetap harus berjalan dengan menjaga prinsip profesionalisme dan independensi pers, sekaligus memperjuangkan hak-hak profesional serta kelayakan ekonomi wartawan.
Dengan kepengurusan baru tersebut, PWI Banyuwangi memasuki periode 2026-2029 dengan agenda penguatan organisasi, peningkatan kompetensi wartawan, perlindungan profesi, dan adaptasi terhadap perkembangan industri media.



