JATIMTIMES - Tidak semua orang cocok dengan gaya makeup yang sama. Pada sebagian orang, pulasan makeup yang cukup tipis justru bisa membuat wajah terlihat lebih tegas, menor, atau bahkan tampak lebih dewasa dari usia sebenarnya.
Makeup artist profesional Pao Hilda Afiani menjelaskan, salah satu cara yang kerap digunakan dalam dunia makeup untuk menentukan intensitas riasan adalah dengan melihat karakter atau ketegasan fitur wajah. Konsep tersebut sering disebut sebagai low visual, medium visual, dan high visual.
“Orang dengan low visual itu bagusnya makeup yang natural banget. Kalau medium visual, bagusnya semi-bold, jadi bukan yang bold banget. Kalau high visual, bagusnya makeup-nya yang bold,” kata Pao.
Dengan konsep tersebut bisa dipahami secara sederhana dengan melihat kondisi wajah saat masih bare face. Salah satu indikator yang bisa diperhatikan adalah apakah terdapat fitur wajah yang terlihat dominan atau tegas.
“Cara tahunya gampang. Lihat wajah yang lagi bare face, apakah ada feature satu saja yang tegas. Misalnya alisnya tebal, hidungnya mancung dan runcing, atau bibirnya bervolume,” jelasnya.
Pao menambahkan, apabila tidak ada fitur yang terlihat sangat dominan, seseorang dapat dikategorikan sebagai low visual dalam konteks pendekatan makeup. Karakter tersebut dinilai lebih sesuai dengan riasan yang ringan dan natural.
“Kalau nggak ada fitur yang tegas, masuknya low visual, berarti bagusnya makeup natural banget. Kalau ada satu fitur yang tegas masuknya medium visual, bagusnya semi-bold. Kalau ada dua atau lebih fitur yang tegas masuknya high visual, makeup-nya bisa lebih bold,” imbuh Pao.
Ia mencontohkan hasil riasan yang menurutnya memiliki karakter low visual. Pada wajah dengan karakter tersebut, penggunaan makeup yang terlalu kuat dinilai berpotensi membuat perubahan tampilan terlihat lebih kontras.
“Kebetulan salah satu klien ini masuknya low visual karena nggak punya satu pun fitur yang tegas. Jadi masuk akal lebih cocok pakai makeup yang natural dan takut menor, karena di-makeup-in sedikit bisa menor,” tambahnya.
Meski demikian, istilah low, medium, dan high visual tersebut merupakan pendekatan praktis yang digunakan dalam dunia makeup, bukan klasifikasi baku untuk menentukan seseorang harus menggunakan jenis riasan tertentu.
Pemilihan makeup tetap dapat disesuaikan dengan bentuk wajah, karakter fitur, kebutuhan acara, preferensi pribadi, serta hasil akhir yang ingin dicapai. Dengan memahami karakter wajah, intensitas makeup pun dapat diatur agar riasan tetap terlihat proporsional dan sesuai dengan karakter pemakainya.



