JATIMTIMES - Satu tahun masa kepemimpinan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus menentukan arah pengembangan kampus lima tahun ke depan.
Refleksi tersebut disampaikan di hadapan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang hadir di UIN Maliki Malang pada Jumat (2/10/2026), bertepatan dengan rangkaian Lustrum Ke-13 kampus tersebut.
Di hadapan menteri agama, rektor memaparkan sejumlah capaian UIN Maliki Malang selama setahun terakhir, mulai dari penguatan akademik, peningkatan penelitian, prestasi mahasiswa, pemeringkatan internasional hingga rencana pembangunan infrastruktur.

Ilfi mengatakan kehadiran menteri agama sekaligus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendapatkan arahan mengenai langkah akselerasi UIN Maliki Malang pada periode berikutnya.
"Ini kan Lustrum Ke-13, kami mengundang Pak Menteri untuk taklimat menteri agama. Ke depan kami harus seperti apa," kata Ilfi.
Menurut dia, capaian satu tahun kepemimpinan perlu disampaikan langsung kepada menteri agama sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus bahan evaluasi. "Ini capaian kami satu tahun," ujarnya.
Salah satu capaian yang ditonjolkan adalah posisi UIN Maliki Malang dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2026. UIN Maliki Malang berada pada peringkat 1.201-1.400 dunia dari 2.297 institusi, peringkat ketujuh nasional, dan peringkat kedua perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).
Ilfi menilai capaian tersebut memiliki arti tersendiri karena UIN Maliki Malang memiliki skala kelembagaan yang lebih kecil dibanding sejumlah UIN besar di Indonesia. "Kita kan UIN paling kecil di antara UIN yang gajah-gajah itu, UIN Jakarta, Jogja, Bandung," katanya.
Ia menjelaskan perbedaan tersebut antara lain terlihat dari jumlah guru besar dan program studi. Namun, kondisi itu tidak membuat UIN Malang menghentikan upaya memperkuat reputasi akademiknya.
"Kami tidak putus asa. Kami optimistis sekalipun kami lebih kecil dari yang lain, reputasi akademik yang lain yang kami push," ujarnya.
Selain THE WUR, UIN Malang juga mencatat sejumlah posisi dalam pemeringkatan lain. QS by Subject 2026 menempatkan bidang Theology, Divinity & Religious Studies pada posisi 101-150 dunia dan peringkat keenam di Indonesia.
Scimago Institution Rankings 2026 menempatkan Fakultas Syariah dan Hukum pada peringkat 375 internasional. EduRank 2026 menempatkan UIN Malang di posisi ke-43 Indonesia dan ketiga PTKIN. Sedangkan UniRank menempatkannya di posisi kedua PTKIN.
Pada Webometrics Juli 2026, UIN Malang berada di peringkat 1.471 dunia, ke-48 nasional dan keempat PTKIN. Sementara GreenMetric Rankings 2026 menempatkan UIN Malang pada peringkat 525 dunia, ke-64 nasional, dan ketujuh PTKIN.
Dari sisi internasionalisasi, UIN Malang mencatat 874 pendaftar mahasiswa asing yang berasal dari 44 negara pada 2026.
Penguatan mutu akademik juga terlihat dari akreditasi program studi. Dari 55 program studi per 1 Oktober 2026, sebanyak 38 prodi atau 69 persen berstatus unggul, sembilan prodi atau 16 persen berstatus baik sekali dan delapan prodi atau 15 persen berstatus baik.
Pada jenjang S1, terdapat 26 prodi berstatus unggul, satu baik sekali dan lima baik. Untuk S2, tujuh prodi berstatus unggul, empat baik sekali dan tiga baik. Sedangkan S3 terdiri atas tiga prodi unggul dan tiga baik sekali. Pada jenjang profesi terdapat dua prodi unggul dan satu baik sekali.
UIN Maliki Malang juga memasang target internasionalisasi yang lebih agresif. Dalam periode 2025-2028, sebanyak 46 dari 56 prodi atau 82 persen ditargetkan masuk agenda akreditasi internasional. Target tersebut terdiri atas 12 prodi pada 2025, 24 prodi pada 2026, dan 10 prodi pada 2027. "Target akhir kami 90 persen pada tahun 2029," kata Prof Ilfi.
Di bidang pembelajaran, seluruh program studi telah mengimplementasikan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Seluruh prodi juga menginsersikan Kurikulum Cinta dan Ekoteologi.
Sementara itu, seluruh mahasiswa baru diwajibkan lulus baca tulis Al-Qur'an (BTQ) dan mengikuti pembelajaran kitab turats.
Penguatan akademik juga berjalan melalui penelitian. Pada 2026, UIN Maliki Malang mengalokasikan Rp7,465 miliar untuk 285 judul penelitian yang melibatkan 285 ketua peneliti.
Jumlah tersebut meningkat 112,7 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 120 penelitian. Sebelumnya, jumlah penelitian tercatat 134 judul pada 2023 dan 108 judul pada 2024.
Dari total penelitian 2026, sebanyak 144 penelitian masuk klaster SBK dengan pendanaan Rp6,835 miliar, 126 penelitian melalui usulan mandiri dengan nilai Rp630 juta dan 15 penelitian melalui program Jatim Melaju dengan nilai Rp750 juta.
Tema penelitian juga dipetakan terhadap 17 Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi terbesar berada pada SDG 4 tentang pendidikan berkualitas sebanyak 78 judul, SDG 9 tentang industri, inovasi dan infrastruktur sebanyak 38 judul, serta SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan sebanyak 24 judul.
Pada pengabdian masyarakat, terdapat 52 proposal dalam skema Pendanaan Berdampak Bergerak 2026. Tema terbesar mencakup moderasi beragama dan integrasi Islam-sains sebesar 30,77 persen, gender, anak dan disabilitas 25 persen, pengentasan kemiskinan 21,15 persen, pesantren 15,38 persen dan halal 7,69 persen.
Sementara KKM 2026 melibatkan 250 kelompok dengan fokus terbesar pada penanganan perubahan iklim, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Capaian satu tahun tersebut juga mencakup bidang kemahasiswaan. UIN Malang mencatat 591 prestasi mahasiswa yang terdiri atas 143 prestasi internasional, 354 nasional dan 94 provinsi.
Sebanyak 129 mahasiswa memperoleh sertifikasi BNSP gratis melalui enam skema sertifikasi. Selain itu, terdapat 2.589 mahasiswa penerima beasiswa.
Dalam tracer study lulusan yudisium 2025, sebanyak 5.046 dari 7.812 lulusan telah mengisi tracer study. Dari kelompok tersebut, 68,4 persen tercatat terserap di dunia kerja dalam waktu satu tahun.
Ilfi mengatakan berbagai capaian tersebut menjadi modal untuk memasuki fase pengembangan berikutnya. Menurut dia, Lustrum Ke-13 bukan hanya momentum memperingati perjalanan institusi, tetapi juga menjadi titik untuk menyatukan kembali arah sivitas akademika.
"Lima tahun kan sudah terlewati. Yang ke-13 ini kita mau menginjak lima tahun yang berikutnya, yang ke-14," ujarnya.
Karena itu, rektor ingin dosen dan tenaga kependidikan memiliki satu visi dalam menjalankan agenda pengembangan kampus. "Kita punya mimpi besar, ayo kita wujudkan bareng-bareng. Kita harus solid. Kalau kita tidak solid, maka kita tidak akan bisa mencapai itu," kata Prof Ilfi.
Menurut dia, keselarasan antara kebijakan pimpinan dan implementasi di tingkat sivitas akademika akan mempercepat pencapaian target. "Kalau rektor, pimpinan punya kebijakan, yang di bawah mengimplementasikan, saya rasa itu akan cepat dan hasilnya bukan hanya kita yang bangga, tapi semua warga kampus bangga," katanya.
Setelah memperkuat reputasi akademik, UIN Malang juga menyiapkan sejumlah proyek pengembangan fisik. Salah satunya pembangunan rumah sakit pendidikan atau Maliki International Hospital yang dirancang dengan konsep biophilic architecture.
Proyek tersebut direncanakan berdiri di atas lahan 16,5 hektare dengan konsep yang menghubungkan manusia dan lingkungan alam untuk mendukung kesehatan fisik dan mental. Rencana kawasan mencakup koefisien dasar bangunan 9.240 meter persegi, koefisien dasar hijau 21.139 meter persegi serta kapasitas parkir 434 sepeda motor dan 135 mobil.
"Kami sudah mencari funding, mudah-mudahan berhasil," ujar Prof Ilfi.
Selain rumah sakit pendidikan, UIN Malang menyiapkan pengembangan kawasan Iqra' atau Kampus 3. Kawasan seluas 14.415,46 meter persegi tersebut dirancang dengan konsep arsitektur adaptif-modern, efisiensi tropis dan ruang belajar kolaboratif.
Fasilitas yang disiapkan meliputi gedung auditorium, gedung apartemen, hunian Taffiry, plaza, taman dan lapangan serbaguna.
UIN Malang juga menyiapkan Edupark dengan sejumlah zona, mulai dari edukasi hewan, camping, taman, golf, edukasi tanaman, area taman berbayar, sport center, living laboratory dan edutainment hingga eco-cycle.
Sementara pembangunan masjid dan Islamic Center di Kampus 3 dirancang dengan tema "The Center of Ummah". Konsepnya menggunakan bentuk kubus sebagai simbol unity, empat arah mata angin dengan gagasan Four Directions One Ummah, serta ruang terbuka yang terintegrasi.
Prof Ilfi mengatakan sejumlah proyek tersebut tidak sepenuhnya dapat mengandalkan anggaran negara. "Tidak bisa mengandalkan dari APBN. Kita harus mencari pinjaman luar negeri atau hibah luar negeri, mungkin dari dalam negeri juga," katanya.
Untuk pembangunan masjid, proposal telah disiapkan. Sedangkan pengembangan edupark ditargetkan mulai dijalankan pada tahun depan.
"Jadi mimpi-mimpi besar ini bukan hanya akademik, tapi sarana prasarana yang nyaman, yang berdampak untuk mahasiswa, untuk masyarakat secara umum, itu kita siapkan," ujarnya.
Dalam perjalanan institusi, UIN Maliki Malang juga mencatat sejumlah rekor Muri (Museum Rekor Indonesia). Di antaranya program pembelajaran bahasa Arab intensif terlama di perguruan tinggi sejak 1997 pada Desember 2022, aksi penuangan cairan eco enzyme terbanyak pada Agustus 2024, serta pengunggahan 1.031 artikel ke Maliki Interdisciplinary Journal dalam satu bulan pada September 2024.
Pada Januari 2025, UIN Malang mencatat rekor melalui peluncuran buku ajar Al Arabiyah lil Hayah dan aplikasi HATI. Pada Februari 2026, UIN Maliki Malang menjadi perguruan tinggi pertama yang mengusung desain kawasan kampus berlafaz "Ar-Rahim".
Terbaru pada September 2026, UIN Maliki Malang mencatat rekor perguruan tinggi dengan guru besar bahasa Arab terbanyak se-PTKIN dan penghafal Al-Qur'an terbanyak se-PTKIN.
Penataan kelembagaan juga menjadi bagian dari agenda pengembangan. UIN Maliki Malang menyiapkan penambahan Fakultas Teknik serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Sejumlah nomenklatur fakultas juga ditata, antara lain FKIK menjadi Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Syariah menjadi Fakultas Syariah dan Hukum, disertai pengembangan Fakultas Farmasi.
Prof Ilfi menambahkan, seluruh capaian tersebut menjadi pijakan untuk memasuki fase berikutnya. Kehadiran menteri agama diharapkan dapat memberikan arahan agar akselerasi UIN Maliki Malang tetap sejalan dengan agenda pengembangan perguruan tinggi Islam secara nasional.
"Mudah-mudahan tahun depan enggak disalip lagi oleh yang besar-besar. Kita harus bertahan itu lebih jauh lagi," katanya.



