JATIMTIMES - Ada cara lama membasmi tikus yang kembali ramai setelah dibagikan kreator konten asal Surakarta, Daniel Adi Susanto alias Mewalik. Bukan memakai racun tikus, metode yang ia bagikan justru memanfaatkan kapuk dari pohon randu dan kuah ikan.

Mewalik membagikan cara tersebut melalui media sosialnya. Dalam gambar yang diunggah, metode ini ditemukan dalam potongan buku atau arsip lama bertanggal Mei 1986.

Dalam video tersebut, Mewalik mengawali penjelasannya dengan mengingatkan bahaya penyakit yang dapat ditularkan tikus.

"Di sekitar rumah Anda banyak tikus, hati-hati tertular penyakit leptospirosis," kata Mewalik.

Ia kemudian mengajak penonton melihat kembali cara yang menurut dia pernah digunakan orang zaman dahulu untuk membasmi tikus tanpa racun.

"Yuk belajar bagaimana cara orang dulu membahas tikus di rumahnya tanpa racun," ujarnya.

Menurut Mewalik, bahan yang digunakan cukup sederhana. Kapuk diambil dari pohon randu, kemudian diberi kuah ikan agar aromanya menarik perhatian tikus.

"Pertama, ambil kapuk dari hutan randu terdekat," katanya. "Lalu ketika ibu atau istri Anda memasak ikan, mintalah sedikit kuahnya. Tuangkan ke kapuk tadi." imbuhnya

Setelah diberi kuah ikan, kapuk tersebut kemudian ditempatkan di area yang biasa dilewati tikus. "Taruh kapuk yang sudah berbau amis ikan ke lokasi tikus sering lalu-lalang," ujar Mewalik.

Ia juga memberikan satu catatan sebelum bahan tersebut diletakkan di dalam rumah. "Pastikan tidak ada hewan peliharaan yang bisa menjangkau kapuk ini," katanya.

Mewalik kemudian menjelaskan cara kerja metode yang dibagikannya. Menurut dia, aroma amis dari kuah ikan akan menarik tikus untuk memakan kapuk tersebut.

"Setelah beberapa malam, tikus yang tergoda aroma gulai ikan akan memakan dan menelan kapuk tersebut," ujarnya.

Menurut Mewalik kapuk yang tertelan tikus kemudian akan mengganjal bagian dalam perut karena tidak dapat dicerna. "Dan tikus tidak bisa membuang hajatnya, karena kapuk yang mengganjal di dalam perut tidak bisa dicerna," kata Mewalik.

Menurut penjelasan dalam videonya, kondisi tersebut pada akhirnya menyebabkan tikus mati. "Akhirnya si tikus pun mengembuskan nafas terakhirnya," ujarnya.

Mewalik menutup video tersebut dengan menekankan bahwa cara yang ia bagikan tidak menggunakan racun sintetis. "Tanpa racun atau kimia sintetis lainnya. Semoga menambah pengetahuan Anda," kata dia.