JATIMTIMES - Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR RI. Nama Suyudi disampaikan melalui Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Kapolri.

Komisi III DPR kemudian menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi pada Kamis (1/10/2026). Jika mendapat persetujuan DPR, Suyudi akan menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang menjabat Kapolri sejak 2021.

Saat ini Suyudi masih menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Perwira tinggi Polri tersebut merupakan lulusan Akpol 1994 dan memiliki pengalaman panjang di berbagai satuan kepolisian.

Profil Suyudi Ario Seto

Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973. Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1994.

Pendidikan kepolisiannya kemudian berlanjut ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) pada 2018.

Karier Suyudi banyak berkaitan dengan fungsi reserse. Pada awal penugasannya, ia pernah menjadi Kanit II Resmob Polda Metro Jaya.

Ia kemudian mengisi sejumlah jabatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, antara lain Kapolsek Metro Pasar Minggu dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

Pengalamannya di bidang reserse berlanjut ketika dipercaya memimpin Jatanras Polda Metro Jaya.

Suyudi juga pernah menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Resmob Bareskrim Polri.

Karier Suyudi kemudian berkembang ke posisi pimpinan kewilayahan. Ia pernah menjabat Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia mendapat penugasan sebagai Kapolda Banten.

Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi terakhirnya di struktur kewilayahan Polri sebelum Suyudi mendapat penugasan di luar struktur.

Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kepala BNN di Istana Negara, Jakarta.

Suyudi menggantikan Marthinus Hukom sebagai pimpinan lembaga yang menangani pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Setelah menjadi Kepala BNN, Suyudi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga. Kenaikan pangkatnya dilakukan melalui upacara yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rupattama Mabes Polri pada 12 September 2025.

Suyudi masih menjalankan tugas sebagai Kepala BNN hingga kemudian diajukan sebagai calon Kapolri oleh Presiden Prabowo. Bahkan, pada September 2026 ia masih menjalankan sejumlah agenda sebagai Kepala BNN, termasuk membahas pemberantasan narkoba dan kerja sama penegakan hukum.

Harta Kekayaan Suyudi

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2025, Suyudi tercatat memiliki total harta kekayaan Rp5.847.000.000.

Total tersebut berasal dari beberapa kelompok aset. Rinciannya:

• Tanah dan bangunan: Rp4.600.000.000 

◦ Tanah dan bangunan seluas 176 m²/225 m² di Kota Jakarta Selatan senilai Rp2.400.000.000, dengan keterangan hibah tanpa akta.

◦ Tanah dan bangunan seluas 162 m²/210 m² di Kota Jakarta Selatan senilai Rp2.200.000.000, dengan keterangan hibah tanpa akta.

• Alat transportasi dan mesin: Rp457.000.000 

◦ Sepeda motor Yamaha NMA AT tahun 2025 senilai Rp27.000.000.

◦ Mobil Mini Cooper/Minibus tahun 2022 senilai Rp430.000.000, dengan keterangan hibah tanpa akta.

• Harta bergerak lainnya: Rp40.000.000.

• Surat berharga: Rp0.

• Kas dan setara kas: Rp750.000.000.

• Harta lainnya: Rp0.

• Utang: Rp0.

Dengan demikian, total harta setelah dikurangi utang tetap Rp5.847.000.000.

Kini Diuji DPR sebagai Calon Kapolri

Pengajuan Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri memasuki tahap uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.

Pada Kamis (1/10/2026), Komisi III membuka proses tersebut di Gedung DPR RI, Jakarta.

Untuk diketahui, Ketua Komisi III Habiburokhman mengatakan DPR menerima Surpres dari Presiden Prabowo terkait usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri pada Rabu, 30 September 2026.