JATIMTIMES - Hari Kereta Api Nasional yang diperingati setiap 28 September baru saja berlangsung. Tahun ini, momentum tersebut juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Di tengah semakin mudahnya perjalanan menggunakan kereta api, masih ada sejumlah hal sederhana yang kerap dilupakan penumpang. Padahal, kebiasaan kecil tersebut berkaitan dengan kenyamanan, keamanan, hingga kelancaran perjalanan.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya kembali diperhatikan setiap kali naik kereta api.
1. Mengecek kembali tiket dan identitas
Sebelum berangkat, pastikan data pada tiket sudah sesuai dengan identitas penumpang. Nama, jadwal, tanggal perjalanan, stasiun keberangkatan, serta stasiun tujuan perlu diperiksa agar tidak menimbulkan masalah saat proses boarding.
KAI saat ini juga semakin mengembangkan layanan digital. Melalui aplikasi Access by KAI, penumpang dapat melakukan berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk membeli tiket dan mengecek informasi perjalanan.
KAI mencatat Access by KAI telah memiliki lebih dari 30 juta pengguna terdaftar hingga 30 Juni 2026.
2. Datang ke stasiun terlalu mepet
Hal lain yang sering dianggap sepele adalah waktu kedatangan di stasiun.
Datang terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan bisa membuat penumpang terburu-buru ketika harus mencari area boarding, mengecek peron, hingga membawa barang menuju kereta.
Karena itu, sebaiknya beri waktu yang cukup sebelum jadwal keberangkatan. Selain membuat perjalanan lebih tenang, penumpang juga punya waktu untuk mencari fasilitas yang diperlukan di stasiun.
3. Lupa mengecek barang di rak bagasi
Rak bagasi memang menjadi tempat praktis untuk meletakkan tas atau barang bawaan. Namun, keberadaannya justru sering membuat penumpang lupa mengambil kembali barang ketika kereta sudah tiba di stasiun tujuan.
KAI mencatat 14.890 barang temuan sepanjang Januari-Juli 2026, dengan estimasi nilai mencapai sekitar Rp10,84 miliar.
Barang yang ditemukan beragam, mulai dari ponsel, laptop, tablet, dompet, perhiasan, uang tunai hingga barang pribadi lainnya. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 7.066 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
Karena itu, sebelum turun, jangan hanya mengecek rak bagasi. Periksa pula kursi, kantong kursi, meja lipat, stopkontak, dan area bawah tempat duduk.
4. Membawa barang melebihi kebutuhan
Perjalanan menggunakan kereta api memang memungkinkan penumpang membawa barang bawaan. Namun, membawa terlalu banyak barang justru bisa membuat perjalanan kurang nyaman.
Sebaiknya pilih barang yang benar-benar diperlukan dan pastikan barang bawaan mudah diawasi. Tas kecil berisi barang berharga juga sebaiknya tetap berada dalam jangkauan penumpang.
KAI juga mengimbau pelanggan membawa barang sesuai ketentuan serta menjaga barang bawaan selama perjalanan.
5. Mengabaikan pengumuman dan arahan petugas
Saat berada di stasiun maupun di dalam kereta, penumpang sebaiknya tidak mengabaikan pengumuman atau arahan petugas.
Informasi tersebut bisa berkaitan dengan perubahan jalur, kondisi perjalanan, keselamatan, hingga prosedur saat berada di stasiun.
Terlebih ketika stasiun sedang ramai, mengikuti arahan petugas dapat membantu penumpang tidak salah menuju peron atau area keberangkatan.
6. Lupa menjaga kenyamanan penumpang lain
Kereta api merupakan transportasi umum yang digunakan banyak orang dalam waktu bersamaan. Karena itu, kenyamanan selama perjalanan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga perilaku masing-masing penumpang.
Berbicara terlalu keras, memutar suara dari ponsel tanpa menggunakan earphone, memenuhi ruang bersama dengan barang, atau mengganggu penumpang lain merupakan beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari.
KAI juga mencantumkan sejumlah larangan bagi penumpang, termasuk merokok atau vaping, membawa barang berbahaya, serta melakukan tindakan yang dapat membahayakan atau mengganggu penumpang lain.
7. Tidak tahu harus melapor ke mana ketika barang tertinggal
Barang tertinggal tidak selalu berarti sudah hilang selamanya. Hal terpenting adalah segera melapor setelah menyadarinya.
KAI memiliki layanan Lost and Found untuk menangani barang yang ditemukan di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta. Penumpang dapat melapor kepada Customer Service, Passenger Service, kondektur, atau petugas keamanan.
Informasi seperti nama atau nomor kereta, relasi perjalanan, waktu perjalanan, nomor tempat duduk, serta ciri-ciri barang akan membantu proses pencarian.
Jika barang ditemukan, petugas akan melakukan proses verifikasi kepemilikan sebelum barang diserahkan kembali kepada pemilik.
Peringatan Hari Kereta Api Nasional bukan hanya menjadi momentum untuk melihat perkembangan dunia perkeretaapian, tetapi juga bisa menjadi pengingat bagi penumpang untuk memperbaiki kebiasaan selama bepergian.
Apalagi, perjalanan kereta api kini semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Mulai dari pembelian tiket hingga proses boarding, berbagai layanan telah dibuat semakin praktis.
Namun, kemudahan tersebut tetap perlu diimbangi dengan hal-hal sederhana: datang tepat waktu, menjaga barang bawaan, mematuhi aturan, menghormati penumpang lain, dan selalu mengecek kembali tempat duduk sebelum turun.
Dengan kebiasaan sederhana tersebut, perjalanan menggunakan kereta api bisa berlangsung lebih aman, nyaman, dan tanpa masalah yang sebenarnya dapat dihindari.



