JATIMTIMES - Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tingkat kepuasan dan kepercayaan publik terhadap pemerintah berada di level tinggi. Namun, isu ekonomi rakyat, lapangan kerja, dan harga kebutuhan pokok masih menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah ke depan.
Hal tersebut terungkap dalam Hasil survei nasional Indonesia Network Election Survey (INES) yang dilakukan pada pertengahan September 2026 ini. Survei yang dirilis di Jakarta ini melibatkan 1.400 responden di 36 provinsi. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±2,48% dan tingkat kepercayaan 95%.
Direktur Eksekutif INES Andri Gunawan menyampaikan survei ini bertujuan untuk membaca pendapat masyarakat Indonesia tentang kinerja pemerintah menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo. "Secara umum, publik memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Terutama pada aspek ketegasan, stabilitas politik, diplomasi, dan program-program pro-rakyat," ujar Andri.
Berikut temuan lengkap survei INES:
1. Kepuasan dan Kepercayaan Tinggi
Tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo tercatat sebesar 79,3%. Sementara 17,4% menyatakan kurang/tidak puas dan 3,3% tidak menjawab.
Sejalan dengan itu, tingkat kepercayaan publik mencapai 82,1%. Sementara 16,5% kurang/tidak percaya dan 1,4% tidak menjawab.
2. Ketegasan dan Eksekusi Program Diapresiasi
Sebanyak 78,2% responden mengapresiasi keberanian, ketegasan, serta kecepatan eksekusi program-program pro-rakyat yang digulirkan pemerintah. Hanya 17,9% yang menyatakan kurang puas dan 3,9% tidak menjawab.
3. Politik Nasional Dinilai Stabil
Mayoritas responden, 78,3%, menilai kondisi politik Indonesia dalam keadaan stabil dan baik. Sementara 18,6% menilai buruk/tidak stabil dan 3,1% tidak memberikan penilaian.
4. Diplomasi Ekonomi dan Pemberantasan Korupsi Dapat Nilai Positif
Diplomasi: 80,3% responden puas dan percaya terhadap strategi diplomasi Presiden Prabowo yang membawa agenda penguatan ekonomi Indonesia dalam lawatan luar negeri.
Pemberantasan Korupsi: 78,2% responden merasa puas dan cukup puas.
Kebebasan Berpendapat: 81,2% responden menyatakan puas dan cukup puas.
Kesejahteraan Sosial & Bansos: 78,7% responden menyatakan puas dan cukup puas.
Penanganan Kemiskinan: 68,2% responden menyatakan puas dan cukup puas.
5. Catatan Kritis: Ekonomi Rakyat
Meski indikator makro politik kuat, sektor ekonomi menjadi catatan. Survei mencatat tingkat kepuasan di sektor ekonomi hanya di angka 50,8%, sementara 45,1% menyatakan kurang puas dan 4,1% tidak menjawab.
Secara lebih rinci, INES menemukan dua masalah utama:
Lapangan Kerja: 50,7% responden merasa kurang puas terkait sulitnya mencari lapangan kerja.
Harga Kebutuhan Pokok: 54,8% responden mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok.
Menurut INES, kenaikan harga kebutuhan pokok dan lesunya sektor ekonomi menjadi alasan utama rendahnya kepuasan di sektor ini.
6. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Didukung Kuat
Salah satu program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), mendapat dukungan sangat kuat. Sebanyak 78,2% warga menyatakan setuju agar program ini dilanjutkan. Sementara hanya 18,4% tidak setuju dan 3,4% tidak menjawab.
"Ini menunjukkan program MBG memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan dasar masyarakat di berbagai lapisan dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Andri.
Andri menyimpulkan, capaian positif di bidang politik, hukum, dan diplomasi menjadi indikator bahwa arah kebijakan pemerintah berada di jalur yang tepat. Namun, pemerintah perlu fokus pada perbaikan ekonomi rakyat.



