JATIMTIMES – Kemampuan pemadam kebakaran (Damkar) Kota Malang menghadapi kebakaran gedung bertingkat masih terbentur keterbatasan. Hingga kini, armada Damkar belum dilengkapi kendaraan sky lift atau mobil tangga untuk menjangkau titik kebakaran di ketinggian.

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, armada yang tersedia saat ini masih mampu menjalankan penanganan kebakaran. Namun, kebutuhan penambahan armada tetap menjadi usulan yang terus disampaikan dalam pembahasan bersama DPRD Kota Malang.

“Alhamdulillah untuk sampai saat ini dibilang cukup, kami masih cukup,” kata Pandu.

Saat ini, UPT Damkar Kota Malang memiliki tiga fire truck yang digunakan sebagai kendaraan utama untuk melakukan pemadaman. Selain itu, terdapat tiga kendaraan supply yang difungsikan untuk mengirimkan pasokan air ke lokasi kejadian.

Kendaraan supply tersebut tidak digunakan sebagai kendaraan utama untuk melakukan pemadaman dari garis depan. Perannya lebih banyak menopang kebutuhan air ketika proses pemadaman berlangsung.

Menurut Pandu, armada yang ada sejauh ini masih mampu menjalankan tugas setiap kali terjadi kebakaran. Namun, kondisi tersebut tidak membuat kebutuhan pengembangan armada bisa diabaikan.

“Nyatanya setiap kejadian berhasil kami laksanakan kewajiban sampai dengan betul-betul padam. Cuma harapan kami memang ingin adanya tambahan armada, khususnya untuk menjawab perkembangan zaman,” ujarnya.

Kebutuhan tersebut menjadi lebih krusial ketika Damkar berhadapan dengan bangunan bertingkat. Sebab, Kota Malang terus berkembang dengan keberadaan bangunan yang memiliki ketinggian lebih dari rumah tinggal pada umumnya.

Pandu mengakui, UPT Damkar belum memiliki kendaraan khusus untuk menjangkau titik kebakaran dari ketinggian. Salah satunya berupa sky lift atau mobil tangga yang memungkinkan petugas mencapai lantai atas secara langsung.

“Kalau pertanyaan sudah bisa menjangkau gedung yang tinggi, ini relatif. Tergantung kendaraan yang ada, kekuatan mesinnya, kekuatan tekanannya berapa bar,” jelasnya.

Menurut dia, kemampuan menjangkau bangunan bertingkat juga bergantung pada tekanan air yang mampu dihasilkan armada. Dengan tekanan sekitar 9 bar ke atas, pancaran air masih memungkinkan menjangkau hingga sekitar lantai tiga.

Artinya, keterbatasan bukan semata soal jumlah kendaraan. Kemampuan teknis armada juga menentukan sejauh mana petugas dapat melakukan pemadaman ketika sumber api berada di ketinggian.

Karena itu, Pandu menyebut usulan penambahan armada terus disampaikan dalam setiap pembahasan bersama DPRD Kota Malang. Ia berharap kebutuhan tersebut dapat direalisasikan untuk memperkuat kemampuan Damkar menghadapi karakter kebakaran yang semakin beragam.