JATIMTIMES - Sebanyak 230 atlet berprestasi asal Kabupaten Tulungagung menerima reward dari pemerintah daerah bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43, Kamis (24/9/2026).
Total anggaran yang disalurkan untuk penghargaan tersebut mencapai Rp190 juta. Reward diberikan kepada atlet yang berhasil meraih prestasi dalam sejumlah kejuaraan resmi, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.
Besaran penghargaan yang diterima tidak sama. Nominalnya disesuaikan dengan capaian prestasi dan kategori pertandingan yang diikuti atlet.
Untuk nomor perorangan, peraih medali emas mendapatkan sekitar Rp1,1 juta. Sementara atlet peraih perak menerima sekitar Rp800 ribu dan perunggu sekitar Rp600 ribu. Untuk nomor beregu, nominal reward disesuaikan dengan cabang olahraga dan prestasi yang diraih masing-masing tim.
Ketua KONI Kabupaten Tulungagung H. Agus Santosa, S.H. menjelaskan bahwa penerima reward tahun ini merupakan atlet yang berprestasi dalam kompetisi resmi yang masuk dalam program pembinaan olahraga prestasi.
Sebaliknya, kejuaraan dengan format open tournament tidak masuk dalam skema penghargaan tersebut. Salah satu pertimbangannya adalah peserta dalam kompetisi semacam itu umumnya membawa nama klub, bukan mewakili cabang olahraga atau federasi resmi.
“Total yang kita bagikan Rp190 juta untuk 230 atlet. Ini termasuk salah satu pembagian reward terbesar,” terang Agus.
Pemberian reward tersebut dilakukan dalam rangka Haornas ke-43. Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan penghargaan tidak hanya ditujukan untuk mengapresiasi prestasi yang telah diraih, tetapi juga diharapkan dapat mendorong atlet meningkatkan pencapaiannya.
“Di balik sebuah medali ada latihan panjang. Di balik kemenangan ada disiplin, perjuangan dan pengorbanan,” ujar Baharudin.
Ia meminta para atlet tidak berhenti setelah mendapatkan penghargaan. Prestasi yang telah diraih, menurutnya, perlu menjadi pijakan untuk terus menjalani latihan, menjaga sportivitas, dan mengejar pencapaian berikutnya.
Pemkab Tulungagung, kata Baharudin, juga akan mendorong pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Pembinaan tersebut melibatkan sejumlah unsur, mulai dari pemerintah, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, klub, sekolah, orang tua hingga sektor dunia usaha.
“Yang kita bangun bukan hanya prestasi untuk hari ini, tetapi juga menyiapkan generasi atlet Tulungagung untuk masa depan,” katanya.
Agus menambahkan, program reward merupakan bentuk perhatian terhadap atlet yang telah membawa nama Tulungagung melalui prestasi olahraga. Pemberian penghargaan tersebut juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan pembinaan atlet di daerah.
“Yang kita prioritaskan adalah atlet-atlet yang benar-benar berprestasi dan arahnya ke pembinaan olahraga prestasi,” pungkasnya.




