JATIMTIMES – Jajaran ASN Pemkot Batu serta lebih dari 10.000 relawan lintas komunitas terlibat dalam aksi bersih-bersih lingkungan yang dipusatkan di Balai Kota dan Pasar Induk Among Tani, Jumat (25/9/2026). Diawali apel dan senam bersama, aksi tersebut diinisiasi Pemerintah Kota Batu untuk memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026.

Pemandangan unik terlihat dalam apel peringatan WCD 2026 tersebut, di mana Wali Kota Batu Nurochman beserta seluruh peserta mengenakan kaos berwarna hitam.

Busana serba hitam tersebut dikenakan sebagai simbol duka cita dan belasungkawa mendalam atas serangkaian bencana alam yang menimpa berbagai daerah di Indonesia, mulai dari bencana karhutla, banjir bandang di Sumatra, hingga gempa bumi di Flores.

Wali Kota Batu Nurochman menggarisbawahi bahwa momen duka bencana alam ini harus menjadi pengingat kolektif bagi semua pihak bahwa menjaga kelestarian alam merupakan syarat mutlak dalam menjaga keselamatan ruang hidup bersama.

"Penggunaan kaos hitam hari ini menjadi simbol duka cita atas berbagai bencana alam di Sumatra hingga Flores. Duka ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga alam berarti menjaga kehidupan dan ruang hidup yang akan kita wariskan," ujar Nurochman.

Dalam kesempatan tersebut, Nurochman membeberkan bahwa capaian pengurangan sampah di Kota Batu pada tahun 2025 lalu telah berhasil menyentuh angka 64,50 persen. Capaian positif tersebut terus diperkuat melalui konsistensi gerakan Batu Greenation guna mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Guna mempertahankan tren positif tersebut, Wali Kota meminta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu untuk memberikan teladan nyata bagi masyarakat dalam membiasakan diri mengurangi, memilah, dan mengelola sampah harian.

Nurochman menegaskan bahwa ikhtiar menjaga lingkungan merupakan komitmen berkelanjutan menuju Kota Batu yang ekologis dan berkelanjutan (Mbatu SAE).

"Masa depan tidak hanya dibangun melalui apa yang kita ciptakan, tetapi juga dari apa yang kita pilih untuk kita jaga. Jangan wariskan air mata, tapi wariskan mata air untuk masa depan anak cucu kita," tegas Nurochman.