JATIMTIMES - Cuaca panas membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan, terutama ketika seseorang banyak beraktivitas atau menghabiskan waktu di luar ruangan. Karena itu, menjaga asupan cairan tidak hanya dilakukan dengan minum air putih, tetapi juga bisa dibantu melalui makanan yang memiliki kandungan air cukup tinggi.

Sejumlah buah dan sayuran diketahui dapat menjadi pilihan ketika suhu udara terasa lebih panas. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan, makanan tersebut juga mengandung vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh.

Dilansir dari Cleveland Clinic, sekitar 20 persen asupan cairan harian seseorang dapat berasal dari makanan. Beberapa jenis buah dan sayuran bahkan memiliki kandungan air lebih dari 90 persen sehingga cocok dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan saat cuaca panas.

Berikut tujuh makanan yang bisa lebih sering dikonsumsi saat cuaca panas:

1. Semangka

Semangka menjadi salah satu buah yang identik dengan cuaca panas. Buah ini mengandung sekitar 91-92 persen air sehingga dapat membantu menambah asupan cairan tubuh.

Selain menyegarkan, semangka juga mengandung sejumlah nutrisi dan antioksidan, termasuk likopen. Cleveland Clinic menyebut semangka sebagai salah satu pilihan makanan yang dapat membantu menjaga hidrasi.

Semangka bisa disantap langsung dalam keadaan dingin atau dipadukan dengan buah lain sebagai salad buah.

2. Mentimun

Mentimun memiliki kandungan air yang sangat tinggi, yakni lebih dari 96 persen. Karena itu, sayuran ini bisa menjadi pilihan camilan ringan ketika udara sedang terasa panas.

Mentimun juga mengandung vitamin K serta sejumlah antioksidan. Cara mengonsumsinya cukup beragam, mulai dari dijadikan lalapan, campuran salad hingga infused water.

3. Stroberi

Buah berwarna merah ini juga memiliki kandungan air lebih dari 90 persen. Stroberi dapat menjadi pilihan ketika ingin mengonsumsi makanan yang terasa segar sekaligus mendapatkan serat dan berbagai senyawa antioksidan.

Stroberi bisa disantap langsung, dicampurkan ke yogurt atau dijadikan bagian dari salad buah.

4. Tomat

Tomat mengandung sekitar 95 persen air. Tidak hanya cocok dijadikan bahan masakan, tomat juga bisa dikonsumsi sebagai bagian dari salad atau lalapan.

Menurut Cleveland Clinic, tomat juga mengandung likopen, yaitu antioksidan yang memberikan warna merah pada buah tersebut.

5. Selada

Selada, terutama jenis iceberg, memiliki kandungan air sekitar 96 persen. Sayuran ini dapat menjadi bahan dasar salad yang ringan dan menyegarkan.

Mayo Clinic juga memasukkan selada dan sejumlah sayuran berdaun hijau sebagai pilihan makanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

6. Seledri

Seledri mungkin lebih sering digunakan sebagai pelengkap makanan. Namun, sayuran ini juga memiliki kandungan air sekitar 95 persen.

Selain cairan, seledri menyediakan sejumlah mineral, termasuk kalium dan magnesium. Karena teksturnya renyah, seledri juga dapat dikonsumsi sebagai camilan ringan.

7. Paprika

Paprika menjadi pilihan lain yang bisa dimasukkan ke dalam menu ketika cuaca panas. Kandungan airnya umumnya lebih dari 92 persen.

Paprika dapat dimakan sebagai campuran salad, ditumis sebentar atau dipadukan dengan sumber protein seperti telur dan ayam. Mayo Clinic juga mencantumkan paprika sebagai salah satu makanan yang kaya kandungan air.

Tetap Utamakan Minum Air Putih

Meski beberapa makanan dapat membantu menambah asupan cairan, makanan tidak menggantikan kebutuhan untuk minum. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Kebutuhan cairan setiap orang juga dapat berbeda, terutama ketika cuaca panas, aktivitas fisik meningkat, atau tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat. Cleveland Clinic menyebut kebutuhan cairan dapat meningkat ketika seseorang berada dalam suhu yang lebih hangat atau banyak melakukan aktivitas fisik.

Karena itu, selain memperbanyak buah dan sayuran yang kaya air, pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan sepanjang hari, terutama ketika cuaca sedang panas.