JATIMTIMES - Air kelapa sering menjadi pilihan untuk menghilangkan dahaga saat cuaca panas atau setelah berolahraga. Agar lebih praktis, minuman ini biasanya dituangkan ke dalam tumbler untuk diminum beberapa jam kemudian.
Namun, belakangan muncul anggapan bahwa air kelapa tidak boleh disimpan dalam tumbler, terutama yang berbahan stainless steel. Benarkah demikian?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Keamanan air kelapa lebih dipengaruhi oleh lama penyimpanan, suhu, kebersihan wadah, serta bahan tumbler yang digunakan.
Air Kelapa Mudah Mengalami Perubahan
Air kelapa yang baru dikeluarkan dari buah mulai terpapar udara dan lingkungan luar. Karena mengandung gula, mineral, dan nutrisi lainnya, air kelapa segar tetap perlu diperhatikan cara penyimpanannya.
Melansir jurnal Food Science & Nutrition, penyimpanan pada suhu rendah penting untuk menjaga kualitas mikrobiologis air kelapa. Dalam penelitian tersebut, air kelapa disimpan pada suhu sekitar 4 derajat Celsius untuk mempertahankan kualitasnya.
Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) juga menyebut bakteri dapat berkembang cepat pada suhu sekitar 4-60 derajat Celsius. Minuman yang mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam, atau sekitar satu jam jika suhu lingkungan mencapai lebih dari 32 derajat Celsius.
Bagaimana dengan Tumbler Stainless Steel?
Kekhawatiran terhadap tumbler stainless steel muncul karena air kelapa memiliki sifat asam. Penelitian dari Universitas Lambung Mangkurat memang menemukan laju korosi lebih tinggi pada kawat ortodontik stainless steel yang direndam dalam air kelapa dibandingkan larutan garam.
Namun, hasil penelitian tersebut tidak bisa langsung disamakan dengan penggunaan tumbler stainless steel sehari-hari. Jenis material, kondisi percobaan, dan lama kontaknya berbeda.
Artinya, penelitian tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa air kelapa yang disimpan dalam tumbler stainless steel akan menyebabkan keracunan logam.
Cara Menyimpan Air Kelapa yang Tepat
Agar air kelapa tetap terjaga kualitasnya, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:
• Gunakan wadah yang bersih
Pilih tumbler atau botol food-grade yang memang aman digunakan untuk minuman.
• Segera simpan di kulkas
Jika tidak langsung diminum, air kelapa segar sebaiknya segera didinginkan dan tidak dibiarkan lama pada suhu ruang.
• Jangan menyimpan terlalu lama
Air kelapa segar sebaiknya dikonsumsi dalam waktu relatif singkat. Semakin lama disimpan, kualitasnya dapat semakin menurun.
• Gunakan tumbler yang dapat menjaga suhu jika bepergian
Tumbler berinsulasi dapat membantu mempertahankan suhu dingin, tetapi bukan pengganti kulkas untuk penyimpanan jangka panjang.
• Periksa sebelum diminum
Jika warna, aroma, atau rasa air kelapa sudah berubah dan muncul tanda-tanda kerusakan, sebaiknya jangan dikonsumsi.
Air kelapa boleh disimpan di dalam tumbler selama wadahnya bersih, food-grade, dan sesuai untuk minuman. Yang lebih penting adalah menjaga suhu serta tidak menyimpannya terlalu lama.
Jadi, bukan semata-mata tumbler yang menjadi persoalan. Cara penyimpanan, suhu, kebersihan wadah, dan lama penyimpanan justru menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan air kelapa.




