Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Kemarau Bikin Kekeringan, Ini Doa agar Air Sumur Melimpah dan Tak Kering

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

12 - Sep - 2026, 18:30

Placeholder
Ilustrasi sumur. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang dapat membuat ketersediaan air bersih berkurang. Salah satu dampaknya, debit air sumur di sejumlah wilayah bisa menyusut bahkan mengering.

Dalam kondisi seperti ini, umat Islam dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk memohon turunnya hujan dan kecukupan air. Meski demikian, perlu dipahami bahwa tidak ada doa khusus yang secara spesifik ditujukan agar air sumur melimpah. Doa yang dapat diamalkan adalah doa meminta hujan atau doa istisqa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Baca Juga : Karhutla Meluas, Wisata Bromo Ditutup Total Mulai 12 September 2026

Salah satu landasannya terdapat dalam Al-Qur'an Surat Nuh ayat 10-12. Dalam ayat tersebut, Nabi Nuh AS mengajak kaumnya untuk memohon ampun kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ۝ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ ۝ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Artinya:

"Maka aku berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.'"

Selain memperbanyak istigfar, ada sejumlah doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi kekeringan dan memohon turunnya hujan.

Doa agar Air Sumur Melimpah yang Pertama

Dilansir dari berbagai sumber, doa pertama merupakan doa yang dibaca Rasulullah SAW dalam rangka meminta hujan ketika melaksanakan istisqa. Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud.

Berikut bacaannya:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

Latin:

Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf‘alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj‘al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.

Artinya:

"Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Engkau Maha Kaya, sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Engkau turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan."

Doa agar Air Sumur Melimpah yang Kedua

Doa berikutnya pernah dibaca Rasulullah SAW ketika seorang sahabat mengadukan kondisi kekeringan saat khutbah Jumat. Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah SWT agar memberikan pertolongan berupa hujan.

Doanya sangat singkat sehingga mudah diamalkan:

اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Latin:

Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.

Artinya:

"Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, tolonglah kami."

Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis Muttafaq Alaih, yakni hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Doa ini dapat menjadi salah satu amalan ketika masyarakat menghadapi kemarau panjang dan kekurangan air.

Baca Juga : Kabar Baik Belum Datang, PWI Jatim Doakan Lima Jurnalis Ditemukan Selamat dari Perairan di Gunung Anak Krakatau

Doa agar Air Sumur Melimpah yang Ketiga

Selain dua doa tersebut, terdapat pula doa istisqa yang diriwayatkan oleh Abu Awanah dari sahabat Sa'ad RA. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang dapat menyirami bumi secara merata.

Berikut bacaannya:

اَللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا, كَثِيفًا, قَصِيفًا, دَلُوقًا, ضَحُوكًا, تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا, قِطْقِطًا, سَجْلًا, يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Latin:

Allāhumma jallilnā saḥāban, katsīfan, qashīfan, dalūqan, dhaḥūqan, thumthirunā minhu radzādzan, qith-qithan, sajlan, yā dzal jalāli wal ikrām.

Artinya:

"Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kauhujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia," HR Abu Awanah.

Selain membaca doa meminta hujan, umat Islam juga dapat memperbanyak istigfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surat Nuh ayat 10-12. Ayat tersebut mengaitkan istigfar dengan turunnya hujan serta berbagai bentuk karunia Allah SWT.

Bacaan istigfar yang dapat diamalkan antara lain:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Astaghfirullah.

Artinya, "Aku memohon ampun kepada Allah."

Dengan demikian, ketika kemarau menyebabkan debit air sumur menurun, masyarakat dapat berikhtiar dengan menghemat penggunaan air sekaligus memperbanyak doa dan istigfar.

Doa-doa tersebut merupakan permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kecukupan air dan diturunkan hujan. Adapun terkabulnya doa merupakan kehendak Allah SWT.


Topik

Agama doa agar air sumur melimpah doa agar tidak kekeringan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri