Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Lingkungan

Petakan Titik Pencemaran dan Gangguan, 150 Personel Susur Sungai Bango

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

09 - Sep - 2026, 12:11

Placeholder
Kegiatan susur sungai digelar oleh Perum Jasa Tirta I di wilayah ruas Sungai Bango.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kondisi Sungai Bango di wilayah Malang kembali dipetakan. Sekitar 150 personel lintas instansi turun langsung menyusuri aliran sungai, Rabu (9/9/2026) pagi.

Mereka tidak hanya memantau kondisi aliran sungai. Tim gabungan juga mencari sejumlah persoalan yang berpotensi mengganggu fungsi sungai dan membutuhkan penanganan.

Baca Juga : Antisipasi Air Keruh, PAM Surya Sembada Surabaya Perkuat Early Warning

Beberapa di antaranya berupa titik pencemaran, penumpukan sampah, tanggul longsor, kondisi sempadan, hingga keberadaan bangunan liar.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi sesuai wilayah dan kewenangannya. Di antaranya, Perum Jasa Tirta I, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), TNI dan Polri serta instansi terkait lainnya di wilayah Malang.

Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA Brantas I Perum Jasa Tirta, Arief Satria M, mengatakan susur sungai dilakukan untuk melihat kondisi Sungai Bango secara langsung.

“Jadi hari ini kita melaksanakan kegiatan susur Sungai Bango. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik yang ada di Sungai Bango beserta anak-anak sungainya,” kata Arief.

Menurutnya, pemetaan diperlukan agar persoalan yang ditemukan tidak berhenti sebagai catatan. Setiap temuan nantinya akan diarahkan kepada instansi yang memiliki kewenangan untuk menanganinya.

“Hal-hal yang diidentifikasi meliputi titik pencemaran, titik penumpukan sampah, kondisi tanggul longsor, kondisi sempadan, bangunan liar, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Pelibatan banyak instansi, lanjut Arief, berkaitan dengan beragamnya persoalan yang ditemukan di sepanjang aliran sungai. Penanganan sampah, misalnya, akan dikoordinasikan dengan DLH, sedangkan persoalan infrastruktur menjadi ranah dinas teknis terkait.

Baca Juga : Dokter Menduga Bakteri MBG Berastagi Masuk Saat Penyajian dan Distribusi

“Kegiatan ini melibatkan banyak instansi dengan total sekitar 150 orang personel. Pelibatannya secara gabungan, misalnya untuk area Malang melibatkan DLH Malang, Dinas PU Malang, dan instansi lain sesuai dengan wilayah dan kewenangannya masing-masing,” jelasnya.

Susur Sungai Bango kali ini juga menjadi kegiatan perdana PJT I khusus untuk sungai tersebut. Secara umum, kegiatan susur sungai dilakukan secara berkala setiap dua hingga tiga tahun untuk memantau perubahan kondisi sungai.

“Untuk kegiatan susur sungai, kami rutin melaksanakannya setiap dua hingga tiga tahun sekali. Namun, khusus untuk Sungai Bango, ini baru pertama kali dilaksanakan,” tuturnya.

Arief menegaskan hasil pemetaan akan menjadi dasar menentukan langkah penanganan. Temuan lapangan akan disampaikan kepada instansi berwenang agar persoalan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti.

“Hasil dari susur sungai ini akan kami serahkan kepada masing-masing instansi berwenang untuk segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.


Topik

Lingkungan sungai bango arief satria pencemaran sungai bango



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya