Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Lingkungan

Helikopter Water Bombing Padamkan Api di Kawasan Kawah Ijen

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : A Yahya

07 - Sep - 2026, 19:38

Placeholder
Helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur yang memperkuat upaya pemadaman karhutla di Kawasan TWA Ijen Banyuwangi (Istimewa)

JATIMTIMES – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen  diperkuat dengan operasi udara setelah helikopter water bombing. Helikopter milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) ini langsung dikerahkan untuk membantu memadamkan api di medan yang sulit dijangkau melalui jalur darat di Paltuding Kawah Ijen, Kecamatan Licin Banyuwangin Minggu pagi (6/9/2026).

"Alhamdulilah pengajuan kami untuk bantuan helikopter water boombing direspons cepat oleh Pemprov Jatim. Terima kasih Ibu Gubernur, semoga kebakaran di Kawah Ijen segera padam," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani

Baca Juga : Cegah Kebakaran Hutan, Dilarang Shooting dan Gelar Event di Bromo

Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jatim, Bagio, mengatakan operasi pemadaman dari udara diprioritaskan di sekitar jalur pendakian. Area tersebut dinilai penting karena menjadi salah satu kawasan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara."Untuk operasi pemadaman (udara) ini, kita prioritaskan jalur pendakian," ujar Bagio.

Dia menuturkan jumlah penyiraman yang dapat dilakukan dalam sehari belum bisa dipastikan. Operasi helikopter bergantung pada ketersediaan sumber air dan kondisi cuaca di kawasan Gunung Ijen.

"Kalau seperti di Semeru, sehari bisa 20 kali, karena lokasi air dekat. Kalau disini (Ijen) kita nggak bisa mutusin. Tergantung dengan weather. Apalagi di atas anginnya kenceng sekali," tutur Bagio.

Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas telah menyiapkan sejumlah sumber air yang dapat digunakan, antara lain;  embung di kawasan Medco Geothermal.

Ke depan BPBD Jatim akan mengusulkan pembuatan embung khusus ke Perhutani dan BKSDA di kawasan Ijen untuk mendukung penanganan kebakaran apabila terjadi peristiwa serupa pada waktu mendatang, tambah Bagio.

"Karena kebanyakan di Jawa Timur ini kita nggak siap untuk itu. Jadi yang sering kita ngambil (air) di kolamnya orang, hotel, embung petani. Tapi tidak masalah kalau keadaan darurat," kata Bagio.

Kawasan di sekitar titik kebakaran telah disterilkan dari wisatawan. Jalur pendakian juga masih ditutup selama proses penanganan berlangsung.

"Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan visual terhadap kondisi kebakaran. Pemantauan tersebut dilakukan untuk menentukan titik api yang menjadi prioritas sebelum helikopter dikerahkan," ucapnya.

Baca Juga : Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau, KAI Siapkan 6.104 Kursi dari Stasiun Malang

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Murniawan menambahkan, helikopter ini memadamkan dua titik api yang masih berkobar di kawasan hulu.

"Jadi yang mengarah ke jalur pendakian, sama satu lagi yang jelas yang mengarah ke bawah. Jangan sampai api malah turun dan merembet ke Gunung Ranti," kata Patria.

Patria menjelaskan, salah satu titik kebakaran berada di kawasan yang cukup panjang dan mengarah ke bawah. Namun, di area tersebut terdapat jurang yang dalam.

Sementara api yang bergerak ke arah atas disebut telah berhenti di sekitar bibir kawah. Meski demikian, kondisi kawasan tersebut cukup kompleks karena terdapat banyak punggung bukit yang menyerupai labirin.

Kondisi medan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi pemadaman dari udara, termasuk penentuan sumber air yang digunakan helikopter.

"Untuk pengambilan air tadi sudah dipastikan oleh BPBD untuk mengambil dari dua embung di Medco. Karena yang paling dekat dan paling memungkinkan secara obstacle," terangnya.


Topik

Lingkungan kebakaran hutan kawah ijen bpbd jatim ipuk fiestiandani



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

A Yahya